APJN.NET| BANDA ACEH – Forum Pemred di Banda Aceh, menggelar pertemuan terkait santernya isu Pekan Olahraga Nasional (PON-XXI) Aceh – Sumut, akan tertunda lantaran ketiadaan anggaran dari Pemerintah Pusat, bahkan digadang – gadang akan menguras APBA 2024.
Hal tersebut menjadi Diskusi Forum Pempred di Banda Aceh, dalam Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk ” Apa Kabar PON Aceh-Sumut” yang digelar di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Kamis (12/10/2023).
Kegiatan tersebut dihadiri 30-an lebih media mainstream yang tergabung dalam Forum Pemred di Banda Aceh, serta menghadirkan nara sumber dari KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, dan Presiden Kurash Indonesia, Mayjen (Purn) Hafilfuddin, dan Ketua Federasi Petang Abdurahman M.Kes, sekaligus praktisi USK Banda Aceh, yang dipandu langsung oleh Ketua Forum Pemred, Nurdinsyam, yang juga CEO AcehHerald.
Dalam pembukaannya, Nurdinsyam menyebut terkait bidding PON XXI yang dibenamkan kala itu bisa dikatakan berdarah darah ketika Aceh ingin menjadi tuan rumah.
Namun, nyatanya ketika berhasil diupayakan untuk menjadi Tuan Rumah, tidak seperti yang kita harapkan, karena sampai sekarang ini juga belum ada tanda tanda persiapan penyelenggaraannya masih samar samar belum begitu terlihat jelas alias kabur.
Kata Nurdin, kita hanya bisa berharap agar dalam hal pembahasan anggaran pelaksanaannya di Jakarta, nantinya di sana bisa terealisasi sehingga penyelenggaraan PON XXI Aceh- Sumut, dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
Selanjutnya dalam kesempatan itu, Hafilfuddin, menyayangkan Aceh, selalu terlambat. Padahal banyak di luar sana orang berkeinginan bisa menjadi tuan rumah pada PON XXI, bahkan diluar negeri orang selalu menjadikan olahraga sebagai ajang kesempatan untuk bisa mengenali daerah dan negaranya.
Padahal, kata mantan Pangdam IM Aceh ini, dengan PON kita bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur. Karena dengan PON dapat mendorong pengembangan pembangunan infrastruktur lebih baik, seperti stadion, kolam renang, dll.
Kesempatan kita membangun infrastruktur mendapatkan uang dari pemerintah pusat ada pencerahan, ada pembaruan pembangunan disitu. Sudahkah kita berbuat seperti itu?
Selain itu, sebutnya dengan terselenggaranya PON XXI dapat meningkatkan citra daerah. Lanjutnya, dengan PON juga dapat mempromosikan daerah kita agar dapat lebih dikenal sampai ke 38 provinsi, salah satunya adalah dengan PON bahwa kita bisa mempromosikan objek wisata Aceh.
“Orang melihat Aceh masih tertutup, masih melihat Aceh itu tidak aman, orang takut berinvestasi ke Aceh. Orang takut datang ke Aceh. Tapi, dengan penyelenggaraan PON XXI orang akan melihat dengan perkembangan di Aceh, nantinya.
“Dan kita yakin jika mereka datang dan melihat langsung akan merasakan nikmat yang sebenarnya, bahkan justru akan kembali untuk datang dan hadir ke Aceh.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa dengan penyelenggaraan PON dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Banyak sektor pariwisata dan kuliner yang hidup mati dan UMKM akan kembali hidup. Meski dengan menghabiskan anggaran untuk PON XXI mencapai Rp 2 triliun, namun jangan salah, bahwa perputaran uang bisa sampai Rp 4 triliun, nantinya,” jelas Mayjen (Purn) Hafilfuddin.
Sekarang ini, atlit ada 500 yang didatangkan dari pusat, artinya bisa mendatangkan 10 kalilipat yang hadir nantinya ke Aceh. Karena nanti juga akan banyak penggembira dari daerah yang juga ikut datang.
Untuk itu, ia menyebut bahwa dampak dari PON begitu sangat besar manfaatnya yang akan dirasakan orang Aceh, baik dari sisi perdagangan, wisata, dan jasa, bahkan akan bergerak semuanya.
Selain itu, ia menyebutkan tentunya juga akan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, juga meningkatkan kompetensi antar daerah tentunya bersaing dengan prestasi.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa tujuan dan manfaat dari PON sangat besar sekali. “Nah di sini dilihat bagaimana Aceh sebagai penyelenggaran PON XXI, apakah sudah terlihat bahwa Aceh sebagai penyelenggara PON XXI ?
“Seharusnya sudah mulai dipersiapkan itu, baik baliho-baliho dan videotron-videotron sudah mulai terpasang dan mempersiapkan hal itu, sebagai ucapan selamat datang bahwa Aceh sebagai penyelenggara PON XXI.
“Kita sangat berharap media juga dan seluruh stakeholder dapat harus bekerja dengan maksimal. Ia mengatakan kalau gagal pelaksanaan PON XXI, yang malu adalah bukan hanya pemerintah Aceh, tetapi bangsa Aceh juga ikut merasakan malu.
“Diberi kesempatan kita dobrak, kita minta, tapi ternyata apa. Kita tidak bisa berbuat sesuatu yang hebat di negeri kita sendiri yang hanya ada ngomong ngomong dan jelek jeleki bukan solusi yang kita cari tetapi selalu menyerang dan mencari masalahnya saja.
Terakhir, ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan PON XXI, di Aceh, tinggal 365 hari lagi. “Semoga saja pada waktunya dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama,” tuturnya.
Selanjutnya, Rayuan Sukma mengatakan bahwa suatu Keuntungan bagi Aceh bahwa PON XXI bergandengan dengan Sumut, karena jika tidak akan lebih hancur lagi.
Makanya, disatu sisi kita juga diuntungkan karena Sumut sudah pernah menjadi tuan rumah PON tahun 50an. Artinya mereka diuntungkan kita juga diuntungkan.
Rayuan menyebut bahwa keuntungan PON cukup sangat luar biasa. “Dan saya haqqul yakin terhadap pelaksanaan PON XXI sukses.
“Karena akan ada 5 sukses yang akan kita lakukan, yakni sukses kenegaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi rakyat, kemudian sukses administrasi, dan yang paling terpenting sukses pemanfaatan venue,” ungkapnya. [*]






