GeMPA juga mengajak agar semua pihak dan wabil khusus warga kota Banda Aceh yang dominannya masyarakat yang cerdas untuk menjunjung tinggi pendekatan dan metode ilmiah dalam persoalan situs sejarah di Gampong Pande.
“Kita meminta kepada semua pihak dan masyarakat Banda Aceh baik penduduk asli maupun pendatang untuk tidak terperdaya dengan cerita orang namun kita berharap agar mengedepankan hasil penelitian ilmiah sebagai kesimpulan yang lebih ideal untuk dapat diambil sebagai kesimpulan terbaik.
Kita juga berharap polemik pembangunan IPAL Gampong Pande dapat terselesaikan dengan bijaksana demi kemaslahatan masyarakat Banda Aceh dan Aceh secara umum,”pungkasnya.






