“Bocor dimana mana, berarti tidak tulus, kenapa? Karena anggaran yang ada tidak habis terpakai. Jika Silva terjadi berarti adanya sesuatu. Apa itu sesuatu, yakni proses politik yang terjadi diantara eksekutif dan legislatif saling curiga. Padahal jika tulus dan tidak saling curiga, maka Silva itu tidak akan pernah ada karena semua yang dijalankan tersebut serta merta untuk kepentingan rakyat.
Dikatakannya, Aceh adalah penggunaan APBD kelima terbesar, namun sebaliknya secara penggunaannya sehingga Aceh menjadi ke5 terbesar miskin di Indonesia.

“Anggaranya kelima terbesar, kemiskinannya pun kelima terbesar. Artinya tidak ada sedikitpun kesenangan rakyatnya karena pemimpinnya hanya berpikir tentang dirinya.
Ia menyebut dalam konteks NasDem tidak boleh seperti itu dan tidak dibenarkan dalam NasDem sebagaimana disampaikan Ketum bapak Surya Paloh. Karena Partai NasDem berpolitik tanpa mahar,” tuturnya.
Sebelumnya, Sekjen NasDem Muslim Aiyub mengatakan terkait struktur kepengurusan yang ada di Kota Banda Aceh, jika disanding dengan kabupaten/kota lainnya DPD NasDem Banda Aceh yang terbaik dengan jumlah capai 2.235, anggota, yakni sudah mencapai 60 persen.
“Saya bangga hari ini datang dengan seluruh struktur yang ada melihat Kota Banda Aceh yang lebih baik karena Kota Banda Aceh adalah Baro meter Provinsi Aceh.
Ia menyebut Kota Banda Aceh miliki 3 kursi di DPRK Banda Aceh. “Dan ini merupakan suatu hal nilai yang sangat luar biasa karena tsunami politik bagi NasDem tidak berlaku di Kota Banda Aceh,” terangnya.






