“Kita gabung antara yang baru, boleh saja datang dari partai mana saja dan kita siap menerimanya, dengan catatan harus menjadi jati diri sebagai orang NasDem,” ucapnya.
Lalu, sebutnya bagaimana cara menjadi NasDem? Ia mengatakan harus pelajari tentang NasDem baik itu ideologinya, platfom partainya, dan pelajari statemem statemen ketua umumnya.
“Dan Itu harus dijaga agar adanya keseimbangan. Jangan yang hanya berubah casingnya saja, tetapi mindset atau pola pikirnya masih sama.
Ia menyebut Partai NasDem berbeda dengan partai lain. Oleh karenanya, nanti DPW NasDem Aceh akan melakukan pendidikan tentang ideologi ideologi Partai NasDem.
“Dan kita akan lakukan itu keseluruh DPD DPD. Karena Partai NasDem adalah pendukung pluralisme Indonesia,” tuturnya
Taufiqulhadi mengatakan didalam berpolitik ada gium didalamnya. Artinya semakin ditengah semakin besar. Spektumnya dari kiri kekanan dan tidak boleh statiktis harus berdiri ditengah tengah dan seluruh yang ada turut berbaur dari segala lini.
Ia mengatakan partai yang bisa mengambil ditengah tengah pasti akan besar. Pada intinya sebagai seorang partai politik harus bergerak pada nasionalitas.
“Ada sebuah ketulusan dalam diri kita. Inti kita berpolitik harus adanya ketulusan, yakni ketulusan pada komitmen politik. Komitmen politik itu kepada siapa ? yaitu kepada rakyat.
Ia mencontohkan semisal, jika seorang kepala daerah melakukan korupsi berarti orang itu tidak ada ketulusan. Kalau seseorang ditunjuk sebagai pemimpin kemudian anggaran yang digunakan setiap tahunnya tejadi Silva berarti pemimpin tersebut tidak tulus dalam memimpin.






