“Ibu adalah madrasatul ula bagi seorang anak, jika ibu dekat dengan al-qur’an maka seisi rumah akan mendapatkan keberkahan. Diharapkan ruh al-qur’an semakin hidup di bulan ramadhan ini dan mendapatkan kemuliaan serta mengalir keberkahan bagi semua,” tutur Yuhasniza.
Hafnati Rahmatan, salah seorang dari Majelis Taklim An-Nisa Masjid Baiturrahmah, Gampong Keuramat mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur karena dapat mengikuti kegiatan mukhayyam tersebut karena bisa mendalami al-qur’an, khususnya memperbaiki bacaan al-qur’an dengan belajar tahsin.
“Alhamdulillah lewat kegiatan ini kami dapat mengikuti kajian dan belajar tajwid al-qur’an dengan benar, membaca al-qur’an secara tartil, sehingga interaksi kami dengan al-qur’an semakin baik. Semoga ke depan dapat diundang peserta yang lebih banyak lagi,” ungkap Hatmani Rahmatan yang juga seorang dosen di USK.
Para peserta dari kalangan ibu-ibu tersebut terlihat sangat antusias dalam mengikuti mukhayyam al-qur’an, terutama saat mempraktekkan bacaan tajwid yang dipandu oleh narasumber Ustadzah Rahmiyati, Lc, M.Us yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Mesir dan University Kuala Lumpur.
Di samping mempelajari tahsin, mukhayyam al-qur’an juga diisi dengan tafsir al-qur’an, diskusi seputar al-qur’an dan berbagai kajian lainnya.[adv]






