Menurutnya, Bank Aceh akan terus memperkuat strategi bisnis dengan mengedepankan pertumbuhan yang sehat, peningkatan kualitas layanan, optimalisasi sumber daya, serta penguatan efisiensi operasional.
“Kami akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha di Aceh. Transformasi layanan, penguatan digitalisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Aceh,” tambahnya.
Capaian kinerja hingga September 2026 tersebut menjadi pijakan bagi Bank Aceh untuk melanjutkan penguatan bisnis pada periode berikutnya. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Bank Aceh berkomitmen untuk terus tumbuh secara berkelanjutan serta menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Aceh.
Sejalan dengan penguatan kinerja tersebut, Bank Aceh juga terus mempercepat langkah menuju penguatan layanan transaksi valuta asing dan pengembangan kapasitas sebagai bank devisa. Upaya ini menjadi bagian dari strategi Bank Aceh untuk memperluas layanan perbankan, meningkatkan konektivitas transaksi internasional, serta memberikan pilihan layanan yang semakin beragam bagi masyarakat dan pelaku usaha di Aceh.
Percepatan tersebut dilakukan melalui penguatan kesiapan proses bisnis, sumber daya manusia, infrastruktur, sistem, serta pemenuhan aspek tata kelola dan ketentuan yang diperlukan. Dengan kesiapan tersebut, Bank Aceh diharapkan dapat semakin mampu mendukung kebutuhan transaksi masyarakat dan dunia usaha, termasuk aktivitas perdagangan dan kegiatan ekonomi yang memiliki keterkaitan dengan transaksi internasional.






