Dua Pasangan Calon Sudah Mendaftar, Mekanisme Baru Warnai Pemilihan Ketua PWI Aceh

Dua pasangan calon ketua PWI Aceh dan DKP | ist

Di antara dua bakal calon yang telah mendaftar, M. Nasir Nurdin merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri untuk periode 2026-2031. Ia mengatakan pencalonannya merupakan bagian dari proses demokrasi di tubuh organisasi dan lahir dari dorongan sejumlah anggota.

“Sebagai penanggung jawab konferensi, kami sangat bertanggung jawab untuk suksesnya konferensi ini. Soal kami maju sebagai kandidat, itu ada hal lain dari warna demokrasi ini. Saya siap untuk melaksanakan amanah kawan-kawan yang mendorong kami untuk bisa berkompetisi di konferensi kali ini. Insyaallah secara sehat.”

Jika kembali dipercaya memimpin PWI Aceh, Nasir mengatakan dirinya akan melanjutkan sejumlah agenda yang belum tuntas selama periode pertama. Ia menyebut penguatan koperasi, administrasi berbasis digital dan peningkatan kapasitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai beberapa prioritas.

“Kita target adalah menyelesaikan apa yang belum selesai pada periode pertama. Ada banyak hal. Setidaknya ada hal-hal yang menjadi isu kampanye kita ketika naik pada 2021. Koperasi misalnya, kemudian administrasi berbasis digital, itu belum, ya kan? Kemudian peningkatan kapasitas wartawan melalui UKW dan lain-lainlah, ya kan? Nah, jadi itu menjadi prioritas kita untuk ke depan ini.”

Nasir juga menaruh perhatian pada penguatan kemandirian ekonomi organisasi. Menurutnya, PWI Aceh perlu memiliki basis ekonomi yang lebih kuat sehingga tidak terus bergantung pada dukungan dari pihak luar.

“Dan insyaallah kita akan laksanakan itu dengan sebaik-baiknya. Ya kita tidak ingin PWI ini selalu bergantung ke luar. Paling tidak di bidang ekonomi kita harus perkuat. ekonomi kita harus perkuatlah. Koperasi misalnya.”

Pos terkait