Sementara itu, Asisten III Sekda Aceh, Diwarsyah, melaporkan sebanyak 740 dapur umum saat ini melayani 438.804 jiwa. Jumlah tersebut lebih besar dari angka pengungsi karena juga melayani warga yang belum dapat memasak di rumah masing-masing.
Sementara itu, distribusi air bersih telah mencapai 2.568.350 liter menggunakan 21 unit truk tangki di delapan kabupaten. Sebanyak 42 unit toilet portabel serta sumur bor juga telah disiapkan di sejumlah titik rawan di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang.
Di sektor pendidikan, tercatat 549 sekolah terdampak bencana, dengan 181 di antaranya mengalami kerusakan berat. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, meminta perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan sekolah bagi siswa yang terdampak. Sedangkan di sektor pertanian, sekitar 72 ribu hektare sawah di 18 kabupaten/kota dilaporkan mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan segera.
Sekda Aceh M. Nasir juga menginstruksikan percepatan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) dengan target penyelesaian dalam 90 hari. Ia menegaskan sinkronisasi dan validasi data kerusakan infrastruktur serta rumah warga menjadi dasar utama mitigasi risiko dan pemulihan ekonomi Aceh ke depan. []






