BANDA ACEH- Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Aceh, Ahmad Nuril Alam SH, MH, didampingi Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis SH, menggelar pertemuan dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka). Pertemuan ini merupakan silaturahmi awal di ruang Asisten Intelijen Kajati Aceh, Jumat (14/11/2025) pagi.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Nuril Alam, menekankan pentingnya kolaborasi dan publikasi positif untuk menyuarakan kinerja dan prestasi Kejati Aceh. Ia juga berharap pertemuan dengan Forwaka dapat dilakukan di tempat yang lebih rileks, seperti di ruang terbuka sambil berolahraga bersama.
Asintel Ahmad Nuril Alam, dalam kata sambutannya, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan awal dari tugasnya di Aceh, yang dimulai pada Selasa, 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Ia menekankan pentingnya meneladani semangat kepahlawanan, terutama di Aceh.
Ia juga menjelaskan bahwa Forwaka adalah lembaga resmi yang dibentuk oleh pimpinan Forwaka pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, dan menjadi mitra strategis bagi Kejaksaan Tinggi dan jajaran. “Kami kejaksaan tinggi dan jajaran tidak dapat maksimal dalam mempublikasi positif tanpa adanya Forwaka,” ujarnya.
Ahmad Nuril Alam juga menekankan pentingnya kolaborasi dan publikasi positif untuk menyuarakan kinerja dan prestasi. “Hari ini, sebagai wujud aktifitas dan kolaborasi, menjadi sangat penting kiranya untuk terus dikembangkan,” tambahnya.
Ahmad Nuril Alam berharap pertemuan dengan Forwaka dapat dilakukan di tempat yang lebih rileks, seperti di ruang terbuka sambil berolahraga bersama. Ia juga berharap tersedianya kaos Forwaka untuk berolahraga bersama, seperti badminton dan voli.
Ahmad Nuril Alam, yang sebelumnya bertugas dari Purbolinggo, memiliki latar belakang sebagai mahasiswa alumni persma di kampus. Ia juga memiliki pengalaman sebagai jurnalis dan telah bekerja di beberapa posisi, termasuk Kajari Kabupaten Purbolinggo, Muara Enim Palembang, dan Kordinator Sumatera Selatan.
Ia juga pernah bertugas di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur, Palembang, dan NTB. Tiga tahun terakhir, ia bertugas di Palembang, dan sisanya di Jawa Timur.
Ahmad Nuril Alam menceritakan pengalamannya di Aceh pada tahun 2000, ketika ia masih mahasiswa semester tiga. Ia sempat sholat di Masjid Baiturrahman di Banda Aceh dan merasa ditarik kembali ke Aceh.
Ia berharap pertemuan ini dapat dihadiri oleh Aspidsus Kejaksaan Tinggi Aceh, namun karena ada kegiatan lain, Teuku Herizal tidak dapat hadir. Ahmad Nuril Alam ingin menggandeng Pidsus karena media membutuhkan informasi dan publikasi.
“Media butuh informasi karena sama-sama membutuhkan untuk publikasi. Saya pikir mungkin teman-teman juga paham betul bagaimana organisasi di kita. Kalau dulu intel bisa memanggil, memeriksa, tetapi kalau sekarang kegiatan itu adanya di Pidsus,” ujarnya.
Ahmad Nuril Alam berharap kolaborasi antara Pidsus dan media dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan publikasi yang positif tentang lembaga Kejaksaan. “Kami butuh dukungan support dan bantuan teman-teman pers untuk terus menggelorakan semangat publikasi yang positif untuk lembaga kami yang tercinta,” ujarnya.
Ia juga meminta bantuan media untuk membantu mengkoordinasikan informasi tentang kejaksaan yang aneh-aneh maupun yang baik-baik. “Kita bukan takut viral, tetapi apapun yang viral maunya yang positif,” tambahnya.
Ahmad Nuril Alam juga mengingatkan jajarannya untuk tidak melakukan fleksi di media sosial dan meminta media untuk membantu mengawasi dan melaporkan jika ada hal-hal yang tidak baik tentang lembaga Kejaksaan. “Kolaborasi dan koordinasi ini penting kedepannya,” pungkasnya.
Ali Rasab Lubis menambahkan bahwa kegiatan Forwaka akan dilakukan secara rutin dengan Asintel yang baru, dengan frekuensi yang masih dalam pembahasan. Ia juga berharap pertemuan ini dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara Kejati Aceh dan media.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Muhammad Saman, mewakili Ketua PWI Aceh, yang mengucapkan terima kasih atas undangan dan menyampaikan salam dari Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada Asintel Kejati Aceh yang baru dan berharap dapat bersinergi dalam berkolaborasi.
Kasi Penkum Kejati Aceh Ali Rasab Lubis, mengatakan kegiatan Forwaka insya Allah, akan dilakukan secara rutin dengan Asintel yang baru, Bapak Ahmad Nuril Alam. Frekuensinya masih dalam pembahasan, apakah akan dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali, atau tiga bulan sekali, sesuai arahan beliau.
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Aceh mengatakan bahwa pertemuan dengan Asintel yang baru, Bapak Ahmad Nuril Alam, merupakan silaturahmi awal.
“Mudah-mudahan silaturahmi ini membuat kita lebih kekeluargaan dan lebih akrab, sehingga bertegur sapa di luar bisa lebih enak,” ucapnya,
Muhammad Saman, mewakili Ketua PWI Aceh, mengucapkan terima kasih atas undangan dan menyampaikan salam dari Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin yang sedang persiapan umroh. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada Asintel Kejati Aceh yang baru dan berharap dapat bersinergi dalam berkolaborasi.
Saman mengatakan bahwa rekan-rekan media sudah sangat terpenuhi dalam memperoleh informasi dari Kejati Aceh dan berharap kedepannya dapat lebih meningkat dalam komunikasi. “Kedepan khususnya oleh asintel yang baru akan lebih meningkat dalam komunikasi terhadap rekan-rekan media sebagaimana harapan kajati Aceh,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan saling memberikan dukungan antara Kejati Aceh dan media. “Kami rekan-rekan media lintas rilis informasi yang diberikan terhadap dukungan sudah sangat bagus. Saling mendukung dan tidak saling menghambat dan kendala terhadap informasi yang diberikan,” tambahnya.
Saman berharap pertemuan rutin antara media dan Kejati Aceh dapat terus berlanjut dan lebih menyatu, sehingga keberadaan saling membutuhkan satu sama lain. []






