APJN.net – Banda Aceh– Menanggapi terkait proyek pembangunan gedung rawat inap kelas satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh, Komisi I DPRK Banda Aceh Syarifah Munirah, mengatakan akan turun ke lokasi, dan terlebih dahulu akan meminta tanggapan kawan kawan di Komisi IV karena mereka mitra kerjanya.
Demikian kata Syarifah Munirah, melalui pesan singkat WA, Selasa, (13/7/2021)
“Maaf, kami lg seru bentuk bahas qanun tadi. Ini baru selesai,” katanya ketika di hubungi media ini via WhatshApp, menanggapi terkait proyek pembangunan gedung rawat inap kelas satu RSUD Meuraxa.
Selanjutnya, dia mengatakan soal tanggapannya terkait proyek pembangunan gedung rawat inap kelas satu Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, dirinya mengatakan akan ke lokasi.
“Saya ke lokasi dulu, setelah itu saya kasih tanggapan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk sementara dirinya belum dapat memberikan tanggapan karena harus ke lokasi.
“Soal tanggapan rs meraxa, saya mau ke lokasi dulu, setelah itu saya kasih tanggapan boleh ya,” sebutnya, menambahkan.
Selanjutnya dia juga mengatakan untuk sementara meminta kawan kawan Komisi IV menanggapinya karena mereka mitra kerjanya.
“Sekarang mungkin bisa minta kawan kawan dari komisi 4 dulu karena mereka mitra kerjanya,” ujar Syarifah.
Sebelumnya, melansir media ini Medio pekan lalu terkait proyek pembangunan gedung rawat inap kelas satu RSUD Meuraxa terlihat tanpa plang kegiatan dan alat pelindung diri bagi para pekerja dalam hal ini K3.
Gedung yang dibangun menggunakan dana Otsus kabupaten/kota dan provinsi tersebut di bangun sejak 2017 hingga tahun 2021 dalam tahap finishing.
Namun, faktanya dilapangan proyek pembangunan gedung Rawat Inap Kelas Satu RSUD Meuraxa yang menghabiskan dana miliyaran rupiah dengan perkiraan ketinggian capai 5 lantai tersebut tidak terlihat adanya plang kegiatan dan adanya alat pelindung diri Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi para pekerja, seperti tidak menggunakannya helm pengaman, baju rompi, dan lainnya. [Tim]






