Dr Taqwaddin Husin: Kedisiplinan Orang Jepang Patut Diteladani

Dr Taqwaddin Husin • Foto Ist.

Mereka sudah terbiasa berpikir dan bekerja dengan pendekatan 5W+1H, yaitu apa pertemuannya, siapa saja terlibat yang melakukannya, dimana pertemuan itu dilakukan, kapan jadwal dilakukannya pertemuan, mengapa pentingnya pertemuan itu, serta bagaimana pertemuan itu dilakukan dan apa target capaiannya.

Iya, semua itu sudah dirinci sedemikian rupa, sehingga semua peserta tidak ada yang melewatkan satu menit pun untuk tidak mengikuti acara.

Perencanaan yang matang didukung dengan ketaatan pada waktu, menjadikan orang Jepang dikenal paling disiplin. Paling tepat waktu. Hemat saya, inilah yang menjadi pendorong utama keperkasaan SDM Jepang.

Pelajaran ketiga yang saya ingat dari budaya Jepang adalah pada soal kejujuran dan integritas mereka. Selama belasan tahun saya berteman dengan orang Jepang, kesan saya mereka orang yang jujur dan berintegritas. Mereka secara terus terang merasa bersalah jika memang telah melakukan kesalahan.

Bagi mereka, lebih baik harakiri (bunuh diri) daripada melakukan hal curang yang memalukan. Tidak lazim bagi mereka mengalihkan diri sembari mencari kambing hitam. Itu tidak ada di budaya mereka.

Kejujuran dan integritas inilah yang menjadikan penegakan hukum di Jepang dipatuhi. Hakim disana sangat disegani dan dimuliakan. Karena Kaneko Sensei memperkenalkan saya, selain sebagai Akademisi juga sebagai Hakim (Saikanban) sehingga saya mengalami perlakuan yang patut selama di Jepang.

Budaya lain yang patut kita teladani dari Jepang adalah pada karakter mereka sebagai pekerja keras yang tekun dan gigih. Karakter ini diakui oleh semua bangsa lain di dunia. Dan, Jepang telah membuktikan mereka sebagai bangsa pekerja keras yang tangguh.

Pos terkait