Kantor DMD Hyogo Profectur lingkup urusannya seperti BPBA di Aceh. Tapi kantor DMD juga tidak menghabiskan area lahan yang luas karena kantor mereka bertingkat-tingkat ke atas dan menggunakan lift.
Jika kebutuhan anggaran tidak mencukupi untuk menanggulangi bencana pada tingkat subprofectur atau distrik yang ditangani oleh CMO, maka CMO boleh mengajukan tambahan anggaran ke Pemerintah Profektur.
Jepang memiliki 47 profektur yang dipimpin oleh Gubernur. Mayor (Walikota) dapat mengajukan usulan tambahan anggaran penanggulangan bencana kepada Gubernur. Dalam hal tertentu, misal anggarannya besar, maka Gubernur melakukan konsultasi dengan Profektur Council, seperti anggota DPRA kita, untuk mendapatkan persetujuan anggaran.
Mengakhiri agenda hari ini, kami diajak ke Museum Kebencanaan di tengah Kota Kobe. Setahu saya museum ini satu-satunya di dunia. Menyaksikan film tentang Gempa Hanshin Kobe sungguh mengerikan. Dalam kota yang padat penduduk guncangan gempa sangat keras.
Rumah-rumah apartemen yang bertingkat-tingkat runtuh menimpa ribuan para penghuninya. Belum lagi jalan layang yang patah tumbang. Rel kereta api yang bengkok dan amblas, dimana begitu banyak orang yang terjepit-jepit. Pemandangan tragis yang menyedihkan.
Selain film rekaman tentang gempa, ada juga rekaman peristiwa bencana tsunami dari berbagai negara, rekaman angin taifoon yang membahayakan, dan banjir yang menenggelamkan. Bahkan, likuifansi pun sudah masuk dalam penjelasan di Museum Kobe ini. Tetapi sayang, saya tidak melihat ada rekamannya tadi. Apa memang bekum ada atau saya yang terlewatkan.






