Membangun Kembali Setelah Bencana Gempa Kobe Jepang 

Dok Foto Ist.

“Awalnya memang tidak mudah. Ada saja yang keberatan. Tetapi dengan pendekatan persuasif akhirnya semua setuju. Sekarang, desa itu menjadi bagus, rapi dan indah. Penduduknya bertambah lebih dari 100% dan bahkan harga tanah makin mahal,” kata Dr Akira Miyasada.

Setelah dari Desa Mikura, kami berkunjung ke Crisis Management Office (CMO), Kobe Cuty Government. Lingkup kerja kantor ini menyerupai BPBD di Kota kita. Kantor CMO tidak besar. Tidak ada ruang-ruang pejabat kepala-kepala seksi yang luas dengan kursi dan meja yang besar seperti di BPBD kita.

Ruang kerja CMO Kobe model terbuka, kayak ruang kerja di perusahaan-perusahaan asing yang terkenal. Satu ruangan besar mereka duduk kerja bersama yang hanya dibatasi dengan partisi kecil ukuran sekitar satu meter per setiap pegawai. Tetapi teknologi yang mereka gunakan canggih sekali. Dari ruang kerja yang sederhana, mereka dapat memonitor setiap sudut kota untuk mengetahui berbagai bencana yang mungkin saja terjadi, baik gempa bumi, tsunami, angin topan, kebakaran, dan lain-lain. Sehingga, jika terjadi bencana maka mereka segera melakukan kordinasi dan eksekusi untuk mitigasi, evakuasi, serta solusi tanggap darurat.

Setelah makan siang di Restoran China kami berkunjung ke Kantor Disaster Management Devision (DMD), Hyogo Profectur Government. Kantor ini di Kobe juga karena Kobe adalah ibukota Hyogo. Dari pejabat yang menjelaskan tadi saya tangkap informasi bahwa fungsi mereka lebih pada perihal kordinasi.

Sedangkan masalah eksekusi pelaksanaannya lebih focus dilakukan oleh CMO pada tingkat kota bersama para warga kota (community base).

Pos terkait