Membangun Kembali Setelah Bencana Gempa Kobe Jepang 

Dok Foto Ist.

Tahun ini tidak banyak anggota kolaborasi kami yang hadir. Saya tidak tahu mengapa; apa memang tidak diundang atau berhalangan hadir. Tim kami tadi hanya berjumlah 12 orang, yang berangkat dari Brazil, China, Jepang dan kami dari Aceh Indonesia. Sementara dari Turki, New Zeland, Thailand, Philipina, dan Laos tidak kelihatan tadi Kamis 16 Januari 2025.

Agenda pertama kami adalah mengunjungi NGO Machi Communication, sebuah LSM yang didirikan pada tahun 1996 oleh Dr Ir Akira Mayasada. Beliau seorang Akademisi bidang Teknik yang juga activis LSM. LSM ini berada di Mikuradori Nagata, salah satu desa (area) yang mengalami gempa besar Kobe. Karena dahsyatnya gempa tersebut, mengakibatkan kondisi desa ini rata dengan tanah.

Kata Mayasada, bukan hanya karena luluh lantak hancur oleh gempa saja, tetapi juga karena kebakaran hebat setelah gempa akibat percikan arus listrik ataupun gas.

Akibat luluh lantak hancur berantakan dan hangus terbakar, maka praktis semua penduduk Mikuradori tidak ada lagi tempat tinggal. Hidup sangat prihatin dan menyedihkan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah kobe dan NGO local serta dukungan anggaran dari Pemerintah Profektur Hyogo mereka memulai dengan musyawarah warga tempatan (community base) untuk menentukan Langkah apa dan bagaimana melakukan rekontruksi sesegera mungkin dengan kualitas kontruksi yang lebih baik.

Mereka sepakat mengawali rekontruksi perumahan dengan rezoning, yaitu penataan akses dan konsolidasi lahan. Jalan yang sempit harus dilebarkan sehingga akses menjadi lurus dan mudah. Lahan-lahan rumah juga disesuaikan. Diatur dan ditertibkan sehingga menjadi rapi.

Pos terkait