APJN.NET, BANDA ACEH-Aktivitas pengeboman ikan oleh beberapa nelayan di perairan Pulo Aceh, Aceh Besar semakin semakin merajalela.
Laporan tersebut diterima melalui pesan singkat Whatshapp, sumber media ini, Jumat (1/11/2024).
“Tadi setelah subuh orang kampung jala ikan di pantai…Tiba tiba gedebum pak…,” ujar warga nelayan setempat.
Dia melaporkan bahwa aktifitas pengeboman ikan dalam seminggu dilakukan dua kali.
“Ganti spot alureyeng… Tapi dalam seminggu sudah 2 kali di bom pak… Semakin Ngeri malahan pak.. Depan pantai lagi pak…
Tadi jam 9 di bom juga di Ujung eumpe mercusuar deudap… Ikannya berhamburan,” kata warga nelayan tersebut menambahkan.
Untuk diketahui, Pengeboman itu telah menyebabkan rusaknya terumbu karang dan berkurangnya tangkapan nelayan di pulau tersebut.
Menurut warga bahwa aktivitas pengeboman ikan di kawasan Pulo Aceh sudah berlangsung bertahun-tahun
Kadang aktivitas mereka berhenti beberapa waktu jika ada patroli dari pihak berwenang. Namun setelah itu, mereka kembali melakukan pengeboman.
“Para nelayan yang melakukan pengeboman itu bukanlah berasal dari Pulo Aceh, tapi dari daratan Aceh,” kata warga nelayan yang tak mau disebutkan namanya itu.
Warga nelayan pulau menduga nelayan yang menggunakan bahan peledak itu bukan warga nelayan sekitar tetapi berasal dari daerah lain.
Sementara itu, dinas kelautan perikanan (DKP) Aceh melalui Kabid pengawasan Surya, mengatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan melanjutkan ke pimpinan.
“Ok, akan saya sampaikan ke pimpinan,” tulis Surya, sembari mengatakan sedang kurang sehat.
Selanjutnya, Surya menjelas bahwa teman-teman dari DKP dan PSDKP akan menelusurinya.
Sebelumnya laporan warga nelayan setempat, bahwa Aktivitas pengeboman ikan marak terjadi di wilayah Pulo Nasi yang terletak di gugusan Pulo Aceh, Aceh Besar, sehingga menyebabkan rusaknya ekosistem bawah laut dan menurunnya tangkapan nelayan. Namun menurut nelayan, pengeboman dilakukan oleh nelayan dari luar Pulo Aceh.
Demikian diberitakan media ini melalui sumber nelayan setempat, Rabu (25/9/2025).
“Tiap sore sekarang di pulo banyak suara bom pak, warga nyelam (pencari) gurita sepi,” ujarnya.
Lanjut dia bahwa karang rusak semua di pinggir laut Pulo Nasi. Sehingga para penyelam atau pencari gurita sepi dari pendapatan dan karang pada rusak semuanya.
“Karang rusak semua di pinggir laut Pulo Nasi,” papar dia lagi.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa beberapa sore hari lalu, juga mendapati 4 orang di speedboat tengah melakukan pengeboman ikan.
“Tadi sore, saya juga dapati juga 4 orang di speedboat. Ikan-ikan di pantai seluruh Pulo Nasi pada mati terapung,” jelasnya.
Warga atau nelayan setempat meminta instansi terkait beserta aparat keamanan untuk melakukan penelusuran berupa tindakan tegas terhadap nelayan luar tersebut.
Dia menambahkan akibat pengeboman yang selama ini terjadi para nelayan setempat yang menggunakan sistem pancing kesulitan mendapatkan ikan, karena ekosistem laut sudah rusak, termasuk terumbu karang dan biota laut lainnya.
Anggota DPR Aceh H. Heri Julius Berharap Polairud dan Jajaran Bertindak
Anggota DPR Aceh, H. Heri Julius S.Sos MM, dari partai NasDem, berharap pihak Polirud, dan jajaran yang bertanggungjawab untuk keamanan laut segera bertindak.
“Kita berharap pihak Pol Air dan jajaran yang bertanggung jawab untuk keamanan laut segera bertindak,” tulisnya, menanggapi.
Apalagi, kegiatan Pengeboman ikan yang mereka lakukan sangat menggangu aktifitas kenyamanan warga nelayan setempat.
“Terlebih merusak ekosistem laut dan hancurnya karang di laut,” pungkasnya. ***






