APJN.NET, ACEH BESAR- 96 Tahun Sumpah Pemuda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar menggelar seminar remaja bertajuk “Sinergitas Pemda Aceh Besar dan MKKS Dalam Mempersiapkan Pelajar Aceh Besar Menuju Generasi Emas 2045”.
Kegiatan yang digelar di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kamis (31/10/2024), dengan menghadirkan nara sumber dari praktisi media, yang juga penasihat PWI Aceh dan akademisi dari Fakultas Universitas Iskandar muda Banda Aceh, Dr Bustamam Ali MPd, Kepala cabang dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh, Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni SPd, MPd, Drs Fazlon MPd, Ustad Masrul Aidi, adalah Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu’eung, Aceh Besar, yang juga anggota MPd Aceh Besar.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, mengucapkan terimakasih kepada para peserta, yakni siswa-siswi dari SMA Aceh Besar, MKKS serta seluruh tamu undangan.
Muhammad Iswanto, mengatakan dalam mengemban tugasnya sebagai Pj Bupati Aceh Besar, meski dalam penugasannya dalam waktu yang cukup singkat bersama Dinas pendidikan Aceh Besar, senantiasa sudah berupaya maksimal dengan menghadirkan guru diniyah di sekolah-sekolah di Kabupaten Aceh Besar.
Ia berharap kolaborasi ini tentunya terus dilakukan, di mana guru-guru diniyah yang masih sangat terbatas sehingga membutuhkan kerjasamanya dengan dayah- dayah terdekat di sekolah-sekolah yang ada.
Walau tidak seluruhnya, namun kita terus akan lengkapi, dan ini merupakan bagian dari catatan kita sebagai bahasan nantinya dalam penguatan yang harus terus dilakukan.
“Tidak hanya di sekolah SD, SMP/SMA di kabupaten Aceh Besar, tetapi ada materi -materi khusus terkait pendidikan agama yang tentunya akan membentuk etika bagi siswa-siswi nantinya dalam melanjutkan pendidikan dimanapun, baik di fakultas maupun dalam melaksanakan tugas sebagai pekerja-pekerja profesional diberbagai instansi ataupun perusahaan tempat di mana dia bekerja nantinya.
Lanjut Muhammad Iswanto. bahwa pihaknya telah mencanangkan proses belajar-mengajar diawali dengan membaca Alquran.
Program ini sudah dua tahun berjalan, dan ini menjadi catatan penting kita bersama anggota DPRK Aceh Besar dan akan terus memperkuat dengan melakukan anev setiap saat terhadap bagaimana dampak sebelum proses ini dilakukan.
Kemudian itu, menetapkan hal ini kita lakukan terkait dengan perubahan berbagai hal di sekolah-sekolah ketika hal ini kita jalankan, yakni 10 sampai 15 menit setiap pagi, melalui proses belajar mengajar melakukan untuk membaca ayat-ayat suci Alquran di setiap kelas.
Ia juga berkeinginan agar pendidikan di Aceh Besar terus diperkuat terutama terkait membaca Alquran diawal proses belajar mengajar di kelas.
“Kita akan terus melakukan monitoring evaluasi (Monev) setiap pagi diawal proses belajar menganjar,” kata Muhammad Iswanto.
Muhammad Iswanto juga berharap agar pendidikan di Kabupaten Aceh Besar, dapat mendominasi sekolah-sekolah unggul dan andalan serta menjadi pelopor pendidikan ditingkat SMA/SMK maupun berbagai bidang lainnya.
“Agar putra putri kita di Aceh Besar mampu bersaing dengan kabupaten/kota lainnya sampai dengan 80 -70 persen.
“Mari kita perkuat ini, dan ini merupakan tugas dan kewajiban kita memenuhi hal ini. Putra putri kita di Aceh Besar agar mampu mendominasi sekolah- sekolah unggul diruang lingkup kabupaten Aceh Besar, khususnya dan nantinya menjadi andalan, dan pelopor dibidang pendidikan maupun dibidang lainnya. Karena nantinya mereka yang akan melanjutkan kerja-kerja kita dalam menjalankan tugas- tugas program negara dan provinsi,” kata Muhammad Iswanto.
Lanjutnya, kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang nonsens atau mustahil putra-putri kita Aceh Besar bisa bersaing kalau kita tidak mempersiapkannya dari sekarang.
Ia mengatakan bahwa kegiatan yang digelar tersebut karena cukup baik berkaitan juga halnya dengan penguatan syariat Islam di sekolah-sekolah terhadap apa yang kita rumus.
Ia mengatakan yang paling terpenting adalah pelaksanaan dan penerapannya. Analisa dan evaluasi setiap saat baik secara triwulan, per-enam bulan maupun pertahun harus terus dilakukan.
Menurutnya terhadap program-program yang sering diluncurkan dan dilaksanakan terkadang sering juga diabaikan terhadap analisa dan evaluasi.
“Anev ini sering kita abaikan dan tidak kita lakukan. Kemudian melahirkan program yang baru lagi. Sehingga terkadang terhadap program yang sudah ada dan berjalan sangat baik kita tinggalkan.
Untuk itu, sebagaimana yang telah kita terapkan dua tahun itu agar program membaca alquran dan ba’da magrib agar terus kita perkuat.
Ia juga mengatakan yang paling penting terkait pendidikan tentang penerapan syariat Islam. Analisa dan evaluasi (Anev) harus terus dilakukan di sekolah-sekolah.
“Kami bersama DPRK telah menyusun dan memprogramkan RPJPD selama 20 tahun ke depan apa yang harus dilakukan salah-satunya terhadap program penetapan syariat Islam dan terkait hal tersebut sudah kita kunci.
Ia mengatakan bahwa penguatan dan penerapan syariat islam yang harus semakin lebih baik diterapkan di dalam RPJPD tersebut diantara point point lainnya. “Mudah mudahan kepala daerah terpilih nantinya dapat melakukan konsentrasi terhadap poin- poin yang sudah disusun bersama seluruh unsur dan elemen dalam masyarakat kabupaten Aceh Besar.
“Hampir dua tahun saat RPJPD Abes program tersebut sudah disusun. Karena semua unsur terlibat termasuk masukan dari kawan-kawan DPRK di dalamnya serta penyesuaian- penyesuaian.
“Dan ini bisa di implementasikan setiap 5 tahun sekali. 20 tahun sudah kita susun berupa buku pedoman pembangunan arah kebijakan di Aceh Besar sudah ada. Dan ini hasil masukan seluruh elemen/ unsur di dalam kabupaten Aceh Besar. Kita jaga, kita kawal dalam setiap rencana jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Meski dalam perjalanannya nanti dilakukan perubahan- perubahan, namun dalam perjalanannya nanti harus ada input, analisa dan evaluasi setiap unsur yang dipercayakan dan ditugaskan didalam program- program kedepannya.
Selanjutnya, dalam kata sambutannya, Muhammad Iswanto juga berharap kepada para pelajar dan siswa agar senantiasa dapat menghormati guru dan jangan pernah melawan dengan para guru.
“Hargailah dan hormati guru mu, jika kalian mau sukses dan berhasil,” ucap Muhammad Iswanto di depan para siswa-siswi yang hadir.
Untuk itu, lanjut Muhammad Iswanto, nantinya juga akan mengajak para orang tua/ wali murid untuk bersama-sama para guru pendidik dapat bersanding dalam menghadapi persoalan-persoalan yang selama ini terjadi di sekolah-sekolah.
Menutup kata sambutannya, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, membuka kegiatan yang dilaksanakan selama sehari itu.
Sebelumnya, Ketua Panitia kegiatan, Sofyan SPd MPd, sebagai ketua MKKS SMA kabupaten Aceh Besar, mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah merumuskan langkah- langkah strategis pertama adalah dalam rangka menjawab tantangan yang dihadapi oleh remaja-remaja di kabupaten Aceh Besar yang nantinya melahirkan rekomendasi dan kebijakan.
Kedua, penguatan membahas tentang tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh pendidik Aceh Besar dalam mewujudkan siswa-siswi Aceh Besar yang berkarakter.
Ketiga, adalah menyusun strategi yang komprehenship untuk mewujudkan pelajar yang tangguh, disiplin, kompetitif serta bebas dari narkoba.
Keempat, mengedukasi pelajar untuk bijak dalam menggunakan media serta meningkatkan literasi digital.
Kelima, mendorong tri pusat pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Besar dan merancang langkah- langkah jangka panjang untuk mendorong tercapainya generasi emas Tahun 2045 di Kabupaten Aceh Besar.
Peserta terdiri dari pelajar tingkat SMA/ SMP, dan para guru Aceh Besar, serta para kepala sekolah SMA/ SMP.
Ketua panitia dalam kesempatan itu juga menyampaikan terimakasih kepada Pj Bupati Aceh Besar, dan jajarannya yang telah menerima dan memfasilitasi serta memberikan tempat Meuligoe dalam rangka menyukseskan kegiatan seminar remaja tersebut sehingga mendapat berkat dan rahmat dari Allah SWT.
Terakhir dalam laporannya, ketua panitia Sofyan mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan juga pada panitia beserta seluruh jajarannya.
Hadir dalam kegiatan tersebut atau yang mewakili, Kapolresta Aceh Besar, Kadisdikbud, Ketua Komisi 5 DPRK, Ketua Forum Camat, Ketua Forum Keuchik, Ketua KNPI, para Kepsek SMA/SMP serta para guru dan undangan yang hadir. ***






