Nazar SIRA: PII Harus Ikut Cerdaskan Masyarakat Dalam Setiap Proses Demokrasi

H Muhammad Nazar ketika menjadi pemateri pada kegiatan Leadership Advance Training (LAT) oleh Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh | Dok Ist.

“Dalam politik demokrasi dan Pilkada juga sama, kalau masih ada yang layak, berpengalaman, teruji, berilmu, berakhlak, memahami pemerintahan dan pembangunan hingga akar persoalan serta solusi maka haram memaksakan diri memilih yang tidak mampu, tidak layak, tidak berilmu dan tidak memenuhi syarat,” jelas tokoh pendiri dan pemimpin SIRA itu.

Lanjut Nazar, hal ini perlu diingatkan, agar Aceh tidak makin terpuruk secara ekonomi, politik dan demokrasi.

Lebih lanjut, ia meminta generasi muda untuk terus menempa diri dengan banyak belajar, agar estafet kepemimpinan Aceh dan nasional ke depan dapat dilanjutkan dengan baik, bahkan harus lebih baik dari apa yang pernah ada.

Muhammad Nazar juga menyampaikan sejarah kepemimpinan di Aceh yang berhasil secara gemilang pada masa Sultan Iskandar Ali Mughayatsyah, Sultan Alauddin Riayatsyah al Qahhar dan Iskandar Muda.

Sejarah dipelajari dan dipahami, bukan untuk dibangga-banggakan saja, tapi juga untuk diteladani dan diaplikasikan dalam tindakan nyata masa kini untuk mencapai kegemilangan masa depan, karena sejarah yang sebenarnya itu adalah masa depan, tetapi ia dapat diukir hanya dengan ideologi yang benar, ilmu pengetahuan, talenta, akhlak, keberanian, konsistensi dan jaringan kerjasama yang kuat, katanya.

Acara tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah PII, Amsal, serta Muhammad Rizki Pratama yang merupakan sekretaris umum Pengurus Wilayah PII periode 2021-2024, mengusung tema ‘Islam dan Perspektif Modernitas. (**)

Pos terkait