“Menurut kami tindakan preventif ini penting dilakukan, karena untuk mencegah munculnya klaster sekolah yang akan membahayakan keselamatan anak-anak kita, karena Banda Aceh sudah kembali masuk Zona Merah,” ujarnya.
Sementara Kepala Sekolah SMP Percontohan Banda Aceh, Nurdin menyampaikan pihaknya akan mengikuti apapun kebijakan yang dikeluarkan Pemko Banda Aceh demi untuk kebaikan bersama dalam mengupayakan penekanan angka Covid-19.
“Kami akan mengikuti program pemerintah, ketika sekolah itu diizinkan untuk bertatap muka maka kita akan jalankan, jika kemudian ada penemuan di lapangan meningginya Covid-19 di Banda Aceh kembali melakukan sekolah daring maka kita akan meningikuti kebijakan itu,” tutup Nurdin.
Dalam tinjauan pimpinan dan Komisi IV DPRK tersebut turut hadir Wakil Ketua I Usman, dan Wakil Ketua II Isnaini Husda, serta Ketua Komisi IV Tati Meutia Asmara, dan Anggota Komisi IV Kasumi Sulaiman.[]






