Dirtek Perumda Tirta Daroy, Irwandi: Banda Aceh Tengah Krisis Air Baku, Diperlukan Bangun SPAM Regional di Brayeun

Dikatakan Irwandi, sistem pengaliran air berbeda dengan arus listrik, karena jika air ketika dibuka di induknya tidak dapat langsung mengalir ke rumah-rumah penduduk/pelanggan, berbeda sangat dengan sistem aliran listrik/ PLN.

Karena sistem pengaliran air semakin jauh jaraknya dengan sumber air semakin lama mendapatkan air. Selain itu juga faktor elevasi atau tinggi rendahnya permukaan, konon lagi, lokasi wilayah atau jarak tempuhnya jauh di ujung.

Semakin rendah permukaan semakin cepat mendapatkan air. Semakin tinggi permukaan semakin lama pula untuk mendapatkan air.

Selain itu juga ruas penampang di bak. Semakin kecil ruas penampang bak semakin susah untuk memperoleh air bersih dari Tirta Daroy.

Ia mencontohkan, dimana sebelumnya pihaknya juga pernah melakukan penggiliran disaat adanya adlink, yakni cabang di jalan Teuku Umar dan SIM.

Dimana di cabang T Umar, disaat 2 jam kita gilir secara merata pelanggan langsung mendapatkan air.
Sedangkan cabang SIM meski sudah WTP, ketika 24 jam di buka masih juga ada pelanggan yang belum mendapatkan air. Artinya disini, jarak tempuh yang dilalui berpengaruh terhadap sistem pengaliran air.

“Berbeda dengan sistem aliran listrik PLN yang bersifat langsung, ukurannya perdetik ketika dimasukan langsung dapat menerima arus listriknya, meski di wilayah pelosok desa/gampong.

Ditambah lagi, saat ini pelanggan/ warga kerap menggunakan pompa air di rumah-rumah. Ketika aliran air Tirta Daroy mati, air yang tersisa di pipa ikut tersedot sehingga pipa yang ada menjadi kosong.

Pos terkait