Dikatakan Irwandi, jika ada jaringan air Tirta Daroy adanya subtank air yang masuk ke subtank akan terjadi grativitasi sehingga tidak lagi berpengaruh terhadap air yang masuk ke rumah A atau B.
Tapi jika tidak ada subtank air yang ada di pipa akan mudah di isap langsung dari jaringan Tirta Daroy hingga sangat bepengaruh terhadap tekanan air yang masuk ke jaringan pelanggan lainnya. Sehingga masyarakat/pelanggan lainnya tidak akan mendapatkan air.
Menurutnya subtank juga sangat berpengaruh terhadap penyimpanan air bersih, ketika air bersih Tirta Daroy tidak mengalir 24 jam.
Kita sebutkan saja, rata-rata saat ini kebutuhan akan air bersih di tiap rumah warga 1 meter kubik atau 1000 liter perhari. Artinya, saat ini di masing masing rumah warga setidaknya sudah harus menyediakan kapasitas subtank/penyimpanan bak air 3 meter kubik.
Sehingga jika 3 hari suplai air bersih tirta daroy tidak hidup, pun demikian warga masih memiliki simpanan/ cadangan air bersih di subtank sehingga kebutuhan air warga menjadi bisa terpenuhi.
Ia menyebut, semakin besar bak penampungan (subtank) air bersih di rumah warga semakin baik, karena semakin besar bak semakin besar pula kapasitas penampungan air. Karena minimal air bersih yang dibutuhkan setiap harinya 1 meter kubik perumah.
Diakuinya untuk sekarang ini Perumda Tirta Daroy, secara menyeluruh belum mampu menyuplai air bersih selama 24 jam. Namun demikian pihaknya tidak akan pasrah begitu saja, tetap berupaya semaksimal mungkin agar pemenuhan air bersih di rumah warga dapat terpenuhi.






