Dirtek Perumda Tirta Daroy, Irwandi: Banda Aceh Tengah Krisis Air Baku, Diperlukan Bangun SPAM Regional di Brayeun

“Nah, faktanya hari ini kadang petugas/tenaga lapangan tengah malam pun harus turun ke sungai. Karena kita saat ini memang begitu sangat kekurangan air bersih,” paparnya.

Begitupun, lanjutnya saat ini kota Banda Aceh sangat tergantung dengan bendungan karet. Karena bendungan karet itu untuk mencegah terjadinya instruksi air laut.

Meski, Tirta Daroy memiliki pompa air, namun hal itu tergantung pada level tinggi rendahnya tekanan air.

Jika air tinggi energi yang dibutuhkan tidak terlalu besar sehingga debit air yang dibutuhkan menjadi lebih banyak. Berbanding terbalik ketika level air rendah maka energi isap yang digunakan lebih besar, sementara kapasitas air yang dikeluarkan kecil.

Oleh karenanya, sebut Irwandi, jika air sungai surut Perumdam Tirta Daroy kekurangan debit baku/produksi 35 – 40 persen dari produksi normal sehingga berdampak pada wilayah pelayanan yang jauh dari WTP atau wilayah paling ujung layanan.

Namun demikian kita tetap terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menyediakan air bersih ke masyarakat/pelanggan.

Seperti saya katakan tadi,” ulangnya, bahwa ketika akan berperang, ada senjata tak ada peluru. “Nah, saat ini paling tidak kita bisa berupaya mengoptimalkan yang sudah ada, meski membutuhkan kerja ekstra,” tukasnya.

Pertama, para operator harus rutin turun ke sungai karena sedikit saja sampah yang masuk langsung tersumbat sehingga air yang diperoleh tidak normal.

Kedua, petugas lapangan banyak yang kita turunkan untuk merespon berbagai keluhan pelanggan/masyarakat. Artinya, ketika terjadi masalah dilapangan ada upaya lain untuk kita lakukan.

Pos terkait