“Kunjungan kami ke Campalagian ini ingin fokus dan mengetahui lebih jauh mengenai masalah di Polewali Mandar dan Sulbar secara umum,” timpal Christopher Agass.
Ia juga menyebut, kementerian luar negeri indonesia dan pemerintah inggris telah menandatangan MoU dan melakukan pemetaan tentang kondisi dan tantangan yang ada untuk lebih lanjut bisa membantu mengemaskan masalah-masalah terkait dengan kesenjangan digital serta tantangan pembangunan secara umum.
Sementara, kepala Diskominfo, Sulbar Mustans Mula, berharap program tersebut bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM yang ada di desa, agar mereka siap dalam menghadapi proses transformasi digital Meski baru dilaksanakan di sembilan desa di Campalagian.
“Mudah mudahan ini bisa diadopsi menjadi program lanjutan pengembangan internet desa,” pintanya.
Andi Mutt Yassin, sekretaris DFMD Sulbar, dalam kesempatan itu mengatakan mendukung implementasi program tersebut agar mendorong kepala desa yang ingin meningkatkan pengembangan internet di wilayahnya.
Lanjutnya, upaya itu dapat dilakukan dengan menggelar musyawarah desa dan kemudian menganggarkan dana desa untuk pengembangan dan pemanfaatan internet untuk masyarakat desa.
“Sebagaimana tercantum dalam Permendesa No. 7 Tahun 2021 mengenal prioritas alokasi dana desa untuk program sesuai kewenangan desa, khususnya mengenai pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi,” katanya.
Program Masyarakat untuk internet desa yang merupakan bantuan dari provinsi harus dilanjutkan komitmennya oleh desa.






