5 Sejarah lokomotif KA terbaik di Indonesia, sudah ada sejak zaman Bung Karno

foto: railpictures.net

2. Lokomotif GE CC 201 ini banyak digunakan di Sumatera.

foto: balaiyasacijerahdivision.weebly.com

Nah, ada juga CC 201 90R yang digunakan pada kereta api Sri Bilah di DIVRE III, Sumatera Selatan. Lokomotif CC 201 mempunyai konstruksi yang ramping dengan berat 84 ton dan daya mesin 1950 tenaga kuda. Lokomotif ini bergandar Co’Co’. Artinya lokomotif memiliki 2 bogie masing-masing 3 gandar dengan total 6 motor traksi, sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan. Lokomotif ini sama seperti lokomotif GE lainnya, mampu berlari sampai kecepatan 120 km/jam, meskipun kecepatan kereta api saat ini dibatasi maksimal 90 km/jam.

3. Lokomotif CC 203, lokomotif hasil pengembangan desain dari lokomotif CC 201.

foto: picssr.com/photos/rofiq_alichwan_photo

Lokomotif CC 203 ini adalah lokomotif dengan dua bogie yang mempunyai tiga poros atau gandar penggerak yang masing-masing digerakkan oleh motor traksi tersendiri. Yang membedakan adalah lokomotif CC 203 menggunakan motor diesel dengan dua tingkat Turbocharger sehingga dayanya mesinnya 2.150 tenaga kuda.

4. CC 204, yang dianggap sebagai update dari CC 203

foto: picssr.com/photos/rofiq_alichwan_photo

Selain itu ada Lokomotif CC 204 Generasi Kedua. Lokomotif GE CC 204 bisa dikatakan merupakan update dari Lokomotif CC 203 yang menggunakan tiga tahap jenis AC, 5GTA11 sdf yang ditiup altenator atau pembangkit, rectifier, dan sebuah sistem kontrol dengan “Syrius Brightstar”. Lokomotif ini juga dilengkapi dengan sistem diagnostik, pencatatan dan tampilan layar di kabin konduktor. Nah, lokomotif yang satu ini banyak digunakan di Jawa dan Sumatera untuk kereta penumpang dan kereta barang.

Pos terkait