SMK SMTI Dibangun Mencetak Tenaga Terampil yang Siap Bekerja

Kepala sekolah (Kepsek) SMTI Banda Aceh, Junaidi, S.Kom, M.Si, (kanan ujung) bersama para guru pengajar dan siswa siswi di ruang Praktek kerja industri (Prakerin) gedung Laboratorium Miniplant Turunan Crude Palm Oil (CPO) dan Laboratorium Bengkel Mekatronika (Gedung D) memperlihatkan hasil pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng, Rabu (23/2/2022) [photo Padil]

APJN.NET- Banda Aceh- Pendidikan kejuruan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dibangun dengan tujuan untuk membentuk tenaga kerja yang terampil, kompetitif dan berkompetensi sejak dini untuk mencetak tenaga terampil sehingga peserta didik lulusan SMK SMTI sudah siap bekerja sesuai kompetensi keahlian (jurusan) masing-masing terdiri dari kompetensi Keahlian yaitu, Kimia Industri, Analisis Pengujian Laboratorium, dan Teknik Mekanik Industri.

Untuk itu, SMK SMTI Banda Aceh jauh jauh hari sudah harus melakukan pendekatan dengan pihak perusahaan industri dan pihak terkait lainnya untuk bisa melakukan perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU).

Demikian disampaikan Kepala sekolah (Kepsek) SMK SMTI Banda Aceh, Junaidi, S.Kom, M.Si, Rabu (23/2/2022).

Menurutnya, untuk menggolkan MoU dengan perusahaan indutri dan pihak lainnya tersebut juga bukan sebuah hal yang mudah didapat begitu saja, namun perlu adanya pendekatan terlebih dahulu dengan pihak perusahaan industri dan pihak terkait.

Ia menambahkan, bahwa salah satu tantangan yang harus dilakukan oleh SMK SMTI Banda Aceh adalah menerapkan butir-butir yang terkandung dalam Corporate University (Corpu) BPSDMI Kemenperin, salah satunya adalah penerapan pembelajaran sistim ganda atau kelas Dual System.

Artinya, para siswa dalam memperoleh pembelajaran bukan hanya dilakukan di sekolah saja, namun proses pembelajaran juga dilakukan di perusahaan industri (pabrik) hingga 6 (enam) bulan dalam setahun di setiap tingkatnya dengan harapan setelah lulus nantinya siswa lebih kompeten dibidangnya masing-masing dan juga supaya para siswa selesai menamatkan pendidikan, perusahaan industri yang ada dapat menerima mereka yang telah teruji kompetensinya untuk bekerja.

Pos terkait