Apalagi di era zaman globalisasi sekarang ini, anak anak di Indonesia, lebih suka menonton ketimbang membaca sehingga mayoritas minat baca secara nasional sangat minim.
Hal itu merujuk hasil survei PISA yang dirilis OECD, sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca.
Oleh karenanya, Bripka Mardi Syafitri, enggan bosan bosannya mengingatkan kepada anak anak khususnya agar senantiasa belajar dan membaca.
Selanjutnya, pun demikian di tengah kesibukan pengabdiannya dalam menjalankan tugas, Bripka Mardi Syahfitri, juga tetap berbagi waktu bersama keluarganya.
Karena keluarga juga jadi satu bagian penting dalam kehidupan seseorang. Keluarga juga jadi tempat pertama kali seseorang belajar makna kehidupan. Hidup bersama keluarga yang harmonis jadi sebuah nikmat yang patut disyukuri.
Selain itu, Bripka Mardi Syafitri, juga kerap melakukan nilai-nilai positif di masyarakat, selain melakukan pendekatan pembinaan terhadap anak anak remaja di wilayah hukum kerjanya, Bripka Mardi Syafitri, juga kerap memberikan santunan kepada anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu.
Meski tak seberapa nilainya, namun diharapkan santunan yang diberikan tersebut berguna dan dapat dirasakan manfaatnya.
“Jangan dipandang besar-kecilnya santunan yang diberikan, namun yang terpenting nilai keikhlasannya,” ujar Bripka Mardi Safitri.
Profil

Mardi Safitri lahir di Langsa, 9 September 1984, menamatkan Pendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU) Swasta Cut Nyak Dhien, tahun 2003, di Langsa.






