Maksimalkan Tenaga Surya di Kawasan Sabang, Kemenko Marves Siapkan Sabang Jadi Green Port

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan di Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi RI di Jakarta dan disaksikan oleh Deputi Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi, Basilio Dias Araujo, Kamis, 12 Agustus 2021/ Ist

“Kerjasama ini terintegrasi dengan kajian bisnis dan investasi, pelibatan investor dari dalam dan luar negeri, termasuk pengembangan sarana dan prasarana terutama di Pelabuhan Sabang,” ujar Deputi Basilio.

Selanjutnya, Deputi Basilio menjelaskan bahwa investasi dan kerja sama pengembangan Pelabuhan Bebas Sabang menjadi “smart and green port” dinilai selaras dengan program PLN “green booster” melalui program phase out Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), PLTU dan PLTGU yang mencapai 12 Gigawatt (GW).

“MoU ini sudah sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), dan kami dukung sepenuhnya
karena sudah menjadi Program Prioritas Nasional,” tambah Deputi Basilio.

Dikatakannya, saat ini, PT PLN (Persero) sedang menyusun RUPTL dengan lebih meningkatkan porsi EBT, dimana RUPTL sebelumnya (2019-2028) hanya merencanakan EBT sebesar 30% sementara yang disusun saat ini porsi EBT minimum 48%.

Menurutnya, Porsi EBT terhadap bauran energi kelistrikan nasional memang masih jauh dari target 23%. Hingga pertengahan 2020, total kapasitas pembangkit EBT mencapai 10.426 Megawatt (MW) atau 14,70%
dari keseluruhan kapasitas terpasang pembangkit nasional.

“Masih ada selisih (gap) sekitar 4.000 MW antara RUPTL dan target bauran 23% EBT pada tahun 2025. Jelas masih perlu upaya ekstra untuk
penuhi target bauran EBT,” pungkas Basilio.[]

Pos terkait