BANDA ACEH– Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA) mendesak pemerintah pusat tetapkan bencana Aceh sebagai bencana nasional karena dampaknya yang luas dan serius. Banjir dan longsor telah mengganggu aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur vital, dan melumpuhkan ekonomi rakyat.
Permukiman, fasilitas umum, pendidikan, dan pusat ekonomi terdampak signifikan. Kerusakan infrastruktur menghambat distribusi bantuan dan pelayanan dasar.
Penetapan bencana nasional akan memperkuat penanganan darurat dan pemulihan, memungkinkan percepatan keputusan, koordinasi, dan mobilisasi sumber daya nasional. Tanpa ini, penanganan berpotensi lambat dan tidak sebanding dengan dampaknya.
“Penetapan bencana nasional adalah tanggung jawab negara melindungi rakyat,” tegas Ketua Umum SMPA, Rizki Aulia Zulfareza, dalam siaran persnya Jumat (26/12/2025).
Lanjutnya, kehadiran negara harus diwujudkan dengan kerja nyata dan keputusan berpihak pada keselamatan masyarakat Aceh.
Menurutnya, penundaan hanya memperpanjang penderitaan. Untuk itu, SMPA menuntut pemerintah pusat tetapkan bencana Aceh sebagai bencana nasional, ambil alih koordinasi, dan pastikan pemulihan cepat, terukur, dan berkeadilan.
“Aceh butuh keputusan tegas. Penetapan bencana nasional adalah keharusan,” tegasnya. []






