“Ini adalah sebetulnya yang dimaksud ayah saya, Profesor Sumitro, dulu tahun saya belajar tahun 70-an: agar setiap daerah di Indonesia hendaknya mengolah produksi bahan baku sendiri untuk menjadi barang-barang yang lebih ada nilai tambah, pengolahan, atau yang sekarang dikatakan hilirisasi. Yang kami lakukan hari ini adalah hilirisasi. Dari karet mentah menjadi karet kering, nanti menjadi bahan-bahan lain,” katanya.
“Yang dimaksud dengan penggilingan beras adalah hilirisasi, dari gabah menjadi lebih tambah lagi,” lanjutnya.
Hashim juga menyebut bahwa dirinya telah berbicara dengan Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik MahmudAl-Haythar, yang menyampaikan harapan serupa. Ia pun berjanji akan mengupayakan agar cita-cita tersebut dapat terwujud.
“Dan tadi saya berbicara dengan Yang Mulia, Bapak Wali Nanggroe yang punya ide yang sama. Insya Allah, Bapak Wali Nanggroe, kita akan nanti wujudkan impian Bapak juga. Insya Allah,” kata Hashim.[]






