Lebih jauh, Mualem berharap agar pembangunan infrastruktur migas di Aceh tidak berhenti pada aspek eksplorasi dan produksi semata. Ia mendorong PT PGE untuk juga berinvestasi pada sektor energi terbarukan guna menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Aceh.
“Saya berharap PT PGE juga bisa berperan aktif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Masa depan Aceh harus dibangun dengan keberlanjutan sebagai pijakan,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Gubernur Aceh juga menyampaikan harapan agar PT PGE menambah satu unit pesawat lagi guna mendukung kelancaran transportasi udara di kawasan industri Lhokseumawe dan Aceh Utara. Menurutnya, peningkatan armada udara akan semakin memperlancar pergerakan logistik dan mobilitas tenaga kerja, serta memperkuat dukungan terhadap aktivitas industri migas di kawasan tersebut.
“Saya minta agar ke depan ditambah satu pesawat lagi agar konektivitas udara dari dan ke kawasan industri ini bisa lebih optimal dan juga untuk menunjang penerbangan kepada masyarakat di wilayah barat dan tengah Aceh,” ujar Mualem.
Sebagai penutup acara, prosesi adat tepung tawar dilakukan terhadap pesawat oleh Abu Manan Blang Jruen, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara. Ritual ini menjadi simbol permohonan doa keselamatan dan keberkahan dalam tradisi masyarakat Aceh.
Turut hadir mendampingi Gubernur Aceh dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik; Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Akkar Arafat; Anggota DPRA, Salmawati SE, MM; serta Kepala Bagian Rumah Tangga Gubernur, Gamal Abdul Nasir.






