Presiden UNIDA, Abdul Aziz: Pengembalian 4 Pulau ke Aceh Wujud Komitmen Negara

Presiden Mahasiswa Universitas Iskandar Muda (UNIDA), Abdul Aziz • F/IST.

BANDA ACEH– Abdul Aziz Presiden Mahasiswa Universitas Iskandar Muda (UNIDA), saya menyambut dengan penuh harapan keputusan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah menetapkan pengembalian empat pulau, yakni Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek, ke wilayah Provinsi Aceh. Keputusan ini tidak hanya menegaskan kedaulatan Aceh secara administratif, tetapi juga merupakan wujud nyata dari komitmen negara terhadap penyelesaian konflik dan perselisihan wilayah secara damai.

Pengembalian ini sejalan dengan semangat dan prinsip yang terkandung dalam _Memorandum of Understanding (MoU)_ Helsinki 2005, yang telah menjadi tonggak perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). MoU Helsinki menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat, termasuk pengakuan terhadap hak-hak Aceh dalam mengelola wilayahnya secara otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keberhasilan pengembalian pulau-pulau ini harus dipandang sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai perdamaian dan rekonsiliasi yang telah disepakati dalam MoU Helsinki, yang selama ini menjadi fondasi bagi stabilitas dan kemajuan Aceh. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dan menghormati keputusan ini demi terciptanya harmoni dan kesejahteraan bersama.

Sebagai penutup, kami percaya bahwa perdamaian sejati hanya dapat terwujud melalui dialog, penghormatan terhadap hak, dan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik. Mari kita jaga amanah ini dengan kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab demi kejayaan Aceh dan Indonesia. []

Pos terkait