“Ini bukan tanah hibah yang bisa dibagi dua. Ini soal hak dan identitas. Setiap jengkal tanah Aceh akan kami perjuangkan. Jangan ganggu ketenangan kami setelah perang panjang,” ujarnya.
Di balik seruan damai, terselip peringatan tajam. Rifqi mengingatkan bahwa stabilitas Aceh sangat bergantung pada penghormatan terhadap MoU Helsinki, yang mengakhiri konflik berdarah di masa lalu.
“MoU Helsinki adalah janji antara dua lelaki. Dan lelaki sejati, tidak pernah ingkar janji,” tutupnya. []






