Selain itu, sambung Plt Sekda, semangat kewirausahaan di Aceh juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Rasio wirausaha di Aceh per Agustus 2024 mencapai 3,94 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 3,08 persen. Ini menandakan budaya kewirausahaan yang tumbuh subur, sekaligus menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Namun kita tidak boleh berhenti pada kuantitas semata. Tantangan ke depan adalah meningkatkan skala usaha, memperkuat formalitas bisnis, dan mendorong digitalisasi serta inovasi. Dengan demikian, kontribusi dunia wirausaha, terutama UMKM, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan serapan tenaga kerja bisa lebih optimal,” ucap M Nasir.
Pada kesempatan tersebut, Plt Sekda juga mengungkapkan, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2022, dari setiap 100 pemuda yang bekerja, 19 di antaranya adalah wirausahawan, dan mayoritas di antaranya berusaha sendiri.
Selain itu, sambung M Nasir, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pemuda mencapai 61,84 persen. Angkatan kerja di Aceh sendiri hingga awal 2024 tercatat sebanyak 2,6 juta jiwa.
“Kita juga patut bersyukur bahwa tingkat partisipasi pendidikan dasar dan menengah pertama di Aceh sudah cukup menggembirakan. Berdasarkan Survey Sosial Ekonomi Nasional 2024. Angka Partisipasi Sekolah usia 7–12 tahun sebesar 99,42 persen, dan usia 13–15 tahun sebesar 97,77 persen,” sebut Plt Sekda.
Namun demikian, kata Plt Sekda, pada jenjang pendidikan menengah atas (usia 16–18 tahun), partisipasi menurun menjadi 81,55 persen.






