“Hari hari kami terus terima kunjungan investor dari dalam maupun luar negeri untuk menjajaki kerja sama, kita terbuka agar Aceh punya pendapatan baru,” kata Wagub.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, mengapresiasi inovasi layanan baru yang diluncurkan Pemerintah Aceh lewat Samsat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Menurutnya
di era kemajuan teknologi digital saat ini harus terus disikapi dengan berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat mudah diakses dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk pelayanan pajak.
“Kami kepolisian mendukung dan mengapresiasi tinggi, intinya bagaimana pelayanan prioritas pada masyarakat dan keselamatan bersama,” kata Achmad Kartiko.
Dalam kesempatan itu, Kapolda berpesan agar Samsat bukan saja menjadi instansi pemungut pajak kendaraan bermotor, tapi
Samsat juga harus kontribusi dalam keamanan dan ketertiban berlalu lintas dengan cara memastikan kendaraan yang beroperasi layak jalan.
“Ini kita singgung karena di Aceh lakalantas dalam satu hari mencapai 2 nyawa hilang di jalan raya, dengan kondisi jalan yang cukup bagus dan penduduk 5 juta jiwa, jumlah tersebut jadi presentase yang cukup tinggi bagi saya,” kata Achmad Kartiko.
Achmad Kartiko mengatakan, lakalantas tidak bisa diselesaikan pihak kepolisian saja. Selain 80 persen terjadi akibat faktor manusia karena kurang disiplin berlalu lintas, ada juga faktor kendaraan yang tidak layak jalan seperti masalah rem, mesin, modifikasi yang tidak sesuai, dan kondisi jalan, serta kurangnya rambu lalu lintas yang memadai.






