Kodam Iskandar Muda Kembali Terima Dua Pucuk Senjata Sisa Konflik dari Masyarakat

F/IST.

“Senjata api yang tidak terkontrol sangat berbahaya, apalagi jika jatuh ke tangan yang salah. Oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk menyerahkan senjata secara sukarela. Pendekatan persuasif seperti ini telah terbukti lebih efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” tegas Pangdam IM.

Dengan bertambahnya dua pucuk senjata ini, jumlah senjata api yang telah diserahkan oleh masyarakat kepada Kodam Iskandar Muda selama masa kepemimpinan Mayjen TNI Niko Fahrizal kini mencapai 24 pucuk dari berbagai jenis. Hal ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan program pembinaan teritorial dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa upaya pendekatan berbasis komunikasi, edukasi, dan pembangunan sosial melalui program TMMD ke-123 tidak hanya mendorong kemajuan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat dalam menjaga perdamaian di Aceh.

Pangdam IM pun berharap, kesadaran serupa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi inspirasi bagi warga lainnya yang masih menyimpan senjata sisa konflik, untuk secara sukarela menyerahkannya kepada pihak yang berwenang demi menciptakan Aceh yang aman, damai, dan sejahtera. []

Pos terkait