Pemahaman yang baik terhadap tugas dan mandat misi juga menjadi hal krusial, termasuk penguasaan aturan pelibatan (Rules of Engagement), prosedur operasi standar (SOP), serta teknik dan taktik dalam pelaksanaan tugas. Pangdam IM menegaskan bahwa keberhasilan misi sangat bergantung pada kekompakan dan soliditas tim, sehingga setiap prajurit harus menjunjung tinggi kerja sama dan sinergi.
Selain itu, beliau mengingatkan agar setiap prajurit menghormati budaya dan aturan di daerah misi. Membangun hubungan baik dengan komunitas lokal serta menjalin kerja sama dengan pasukan dari negara lain dalam UNIFIL akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas. Keamanan dan keselamatan juga harus selalu diutamakan dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi semua prosedur keamanan guna menjaga keselamatan diri serta rekan satuan.
Pangdam IM turut berpesan kepada keluarga prajurit yang ditinggalkan agar senantiasa memberikan dukungan dan doa bagi keselamatan serta keberhasilan mereka dalam menjalankan tugas negara. “Latihlah diri kalian dengan sungguh-sungguh, berangkatlah dengan kebanggaan, jalankan tugas dengan kehormatan, dan kembalilah dengan keberhasilan. Saya yakin dan percaya kalian semua siap melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Pangdam IM.
Upacara pemberangkatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Seluruh prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL Yonif 114/SM bertekad untuk menjalankan misi dengan profesionalisme tinggi demi menjaga perdamaian dunia. Setelah pelaksanaan upacara, Pangdam IM menyempatkan diri untuk menyapa para ibu-ibu Persit dari Yonif 114/SM serta melakukan sesi foto bersama dengan para Forkopimda Aceh dan memberikan pengarahan kepada personel yang akan berangkat tugas.






