Lanjutnya, BYOND dibangun dengan berbagai lapisan keamanan untuk melindungi nasabah. Pertama, untuk aktivasi, nasabah harus memasukkan PIN dan data kartu debit mereka.
Kedua, BYOND menerapkan fraud detection system (FDS) yang dapat mengenali pola transaksi anomali.
Ketiga, BYOND dilengkapi dengan hardware security module (HSM).
“Ini adalah teknologi tinggi yang digunakan untuk melindungi PIN dan data nasabah dalam bentuk yang sangat aman,” katanya.
Menurutnya, proses keamanan BYOND pun sangat ketat. Setiap fitur melewati beragam uji coba grey box, white box, dan black box penetration test untuk memastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Aplikasi ini tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga menjanjikan keamanan tinggi berkat teknologi terbaru yang diterapkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan setiap transaksi yang dilakukan di BYOND dijamin aman dan terlindungi dengan sistem keamanan berlapis. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa tenang dan nyaman bagi nasabah yang melakukan transaksi keuangan secara digital.
Dijelaskannya, SuperApp BYOND ini adalah langkah besar dalam transformasi digital di dunia perbankan syariah Indonesia. Kami sangat antusias untuk melihat bagaimana aplikasi ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat Aceh, yang telah dikenal sangat kental dengan nuansa religius dan adat istiadat yang kuat.
“Kami yakin aplikasi ini akan sangat diterima karena menawarkan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah yang adil dan transparan,” tambah Wachjono.






