Kegiatan ini juga bertujuan memastikan kesiapan logistik, sarana, dan prasarana TPS, sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya. “Pilkada ini merupakan momen penting bagi masyarakat Aceh untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kemajuan. Kami ingin memastikan seluruh elemen terkait siap menghadapi proses pemungutan suara,” tambah Pangdam IM.
Sementara itu, Gubernur Aceh menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan penyelenggara Pemilu sangat penting dalam menjaga netralitas dan kepercayaan publik terhadap proses Pilkada. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kenyamanan hingga seluruh tahapan Pilkada selesai.
Langkah Forkopimda Aceh ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif, bebas dari gangguan keamanan, serta memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada. Forkopimda juga menekankan pentingnya kerja sama antara penyelenggara Pemilu, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menjaga integritas proses demokrasi.
Pelaksanaan Pilkada serentak di Aceh tahun ini diikuti oleh sejumlah calon kepala daerah, mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota, yang bersaing secara demokratis dengan harapan dapat membawa perubahan positif bagi pembangunan Aceh. Forkopimda Aceh berharap Pilkada kali ini dapat menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.






