Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. “Patroli dan koordinasi terus kami lakukan. Semua elemen masyarakat juga kami libatkan untuk menciptakan suasana damai,” jelasnya.
Selain menerima arahan dari pusat, diskusi dalam rapat ini juga menyoroti pentingnya pendekatan lokal. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi di tingkat lokal. Dengan sinergi yang kuat, Kota Banda Aceh diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang sukses menggelar Pilkada secara damai dan demokratis.
Menjelang hari pemungutan suara, Kodim dan Polresta Banda Aceh akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan tokoh masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi konflik serta memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar.
Semangat kolaborasi yang diperlihatkan dalam rapat ini menjadi bukti bahwa kesiapan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kerja bersama. Semua mata kini tertuju pada Pilkada Serentak 2024, dan Kota Banda Aceh berkomitmen untuk menjaga nama baiknya sebagai daerah yang selalu mengutamakan kedamaian. **






