Pernyataan Sikap Majelis Pemuda Aceh Terkait Penyelidikan Dugaan Mega Korupsi di Aceh Oleh KPK

Kelima, mengharapkan agar KPK menutup rapat-rapat dan segala peluang negosiasi dengan orang nomor 1 di Aceh sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas dugaan pemain utama dalam mega korupsi di Aceh.

Keenam menyatakan apabila tidak segera ditindaklanjuti, maka pihaknya akan menggalang massa dari mahasiswa, pemuda dan masyarakat Aceh untuk melakukan aksi besar-besaran di Aceh.

Selanjutnya koordinator Majelis Pemuda Aceh, Heri Mulyandi, kepada APJN.net, mengatakan pihaknya mengapresiasi terhadap kehadiran KPK dalam mengungkap dugaan Mega Korupsi di Aceh.

“Dan ini merupakan suatu hal yang perlu di apresiasi dan ditunggu tunggu oleh rakyat Aceh yang sudah sangat menderita dalam kemiskinan,” ujarnya.

Sebagaimana beredarnya sejumlah informasi di berbagai media terkait mega proyek bernilai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah sedang dalam penyelidikan KPK.

“Nah, ini bukti kekecewaan rakyat Aceh secara ekonomi ternyata dari janji janji yang dimaksudkan Aceh Hebat belum terealisasi sesuai harapan rakyat Aceh,” ujarnya.

Pihaknya dari MPA yang merupakan bagian dari lanjutan komitmen bersama ex mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan menyatakan siap dengan kekuatan lainnya untuk turun ke jalan mendukung KPK agar dugaan kasus korupsi di Aceh bisa dituntaskan.

Pihaknya berharap KPK dalam proses penyelidikan yang sedang dilakukan tersebut dapat memanggil langsung Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai pengambil kebijakan.

“Dan ini sebenarnya harapan kita, agar KPK dapat memanggil langsung Gubernur Aceh sebagai pemilik kebijakan di Aceh. Meski disisi lain di kabarkan Gubernur Aceh masih positif Covid-19, dan kita meragukan hal tersebut termasuk publik,” tuturnya.

Pos terkait