Karakter kepemimpinan Nabi Muhammad yang penuh dengan kasih sayang dan keadilan, lanjut Ustadz Rustandi, merupakan sifat yang seharusnya diteladani oleh seluruh umat Islam.
Dengan kepemimpinan yang penuh welas asih, Nabi tidak pernah bersikap kasar atau berat dalam menghadapi umatnya, melainkan selalu siap memaafkan dan bermusyawarah.”
Demikianlah Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang ideal, tidak hanya dalam aspek spiritual tetapi juga dalam keseharian Pertanyaannya sekarang, seberapa besar kesadaran kita untuk meneladani beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abah dalam penutup khutbahnya.
Dengan khutbah ini, Ustadz Rustandi Qomaruddin mengajak seluruh jamaah untuk kembali merenungkan dan menerapkan karakter kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan, sebagai langkah menuju masyarakat yang lebih adil dan penuh kasih sayang. ***






