APJN.NET, BANDA ACEH- Pasangan perseorangan Bacalon Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris dan Calon Wakil Bupati, Drs H. Syukri A Jalil, menyebut siap melakukan perubahan dalam berbagai sektor dalam melakukan peningkatan perekonomian masyarakat.
Hal tersebut disampaikan pasangan kedua kandidat, dalam bincang bincang silaturahmi disalah satu Aula pertemuan bersama CEO media pers dan wartawan di Kafe di Banda Aceh, Senin (12/8/2024).
Hadir, langsung Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, Penasihat PWI Aceh, Dr Bustamam Ali, dan sejumlah pemilik media pers di Aceh, diantaranya HT Ibrahim, Aceh Standar, Azhari KBA ONE, Muklis pena news, Imran Joni Rakyat Aceh, Pribadi, Ceo Aceh Inspirasi, Hendra, APJN.NET, Syafrial, Aceh Global, FA Zulfikar, dan BAS Aceh, Isa Alima, serta lainnya.
Kegiatan tersebut di moderator langsung oleh Nurdin Syam, Author Aceh herald, dalam arahannya, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan silaturahmi Bakal calon Bupati Aceh Besar 2024 -2029.
“Paling tidak pertemuan tersebut dalam silaturahmi, yakni menambah wawasan dan upaya dan usaha yang harus dilakukan oleh kedua kandidat.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Syam, mengatakan bahwa awak media siap mendukung dan bekerjasama dalam setiap program yang akan dilakukan kedua kandidat bila terpilih nantinya.
Selanjutnya dalam kesempatan tersebut, Syukri A Jalil, menyebut sebagai Bacalon Wabup Aceh Besar, sudah siap berdampingan dengan Bacalon Bupati, Syech Muharram Idris. “Kita sudah siap mendukung dan bekerjasama dalam setiap program yang akan kita laksanakan nantinya,” ujar Syukri.
Pria asal Montasik tersebut, berkomitmen mendukung dan bekerjasama setiap program-program yang akan dilaksanakan bersama Bacalon Bupati Syech Muharram Idris.
Sementara itu, Bacalon Bupati Aceh Besar, Syech Muharram Idris, mengatakan meski dirinya kelahiran Banda Aceh, namun lebih banyak beraktifitas di Aceh Besar, dan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.
Lebih lanjut, Bacalon Bupati Aceh Besar yang merupakan mantan panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk tersebut mengatakan mengapa dirinya terpanggil menjadi Bacalon Bupati, karena menurutnya Aceh Besar hingga kini belum adanya kemajuan.
Ia juga menyampaikan Aceh Besar belum memiliki rumah sakit, sedangkan kabupaten lainnya sudah memiliki rumah sakit sendiri.
Begitupun, lanjut Muharram juga melihat bahwa banyak hal lainnya yang masih tertinggal, diantaranya Aceh Besar tidak terkonsentrasi dengan perdagangan.
Untuk itu, Muharram Idris bersama Syukri A Jalil, terpanggil untuk berjuang dan akan melakukan hal bersama-sama untuk perubahan memerdekakan Aceh Besar dari keterpurukan ekonomi yang selama ini dirasakan bersama oleh masyarakat.
Ia menyebut dari hasil penelusurannya di lapangan dan menanyakan langsung ke masyarakat ternyata ekonomi masyarakat di Aceh Besar masih sangat lemah.
“Pendapatan ekonomi masyarakat perhari masih sangat rendah di bawah rata rata dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Aceh,” ujar Muharram.
Ia mencontohkan hasil dari pengkajian usia Aceh Besar, di mana penghasilan masyarakatnya 7 berbanding 13 dengan Kota Banda Aceh.
Hampir 12 ribu. Artinya kalau orang Aceh Besar memperoleh pendapatan 150 ribu rupiah perhari, maka orang Banda Aceh bisa memperoleh penghasilan hingga mencapai 300 ribu rupiah perhari.
“Tingkat orang Banda Aceh tukang parkir saja perhari bisa bergaji 300 ribu,” katanya.
Sementara itu, Muharram menyebut bahwa ketika ditanyakan sama orang Aceh Besar, jika dua hari tidak bekerja terpaksa mereka harus berutang.
“Makanya saya bersama Syukri A Jalil, dan tim dari independen merasa terpanggil dan merupakan hal yang wajib untuk maju menjadi Cabup dan Cawabup Aceh Besar.
“Dan insha Allah masyarakat serentak menyatakan siap memenangkannya karena tujuannya adalah murni untuk melakukan perubahan Aceh Besar,” paparnya.
Dikatakan Muharram bahwa Aceh Besar adalah berada di tempat yang paling strategis, yang diapit oleh tiga sagi yakni sagi 22, 25 dan sagi 26 yang tengahnya Provinsi Aceh.
“Tapi kenyataannya hari ini kita melihat hanya berbangga menjadi orang Aceh Besar, tetapi kenyataannya meski tinggal disamping provinsi tapi Im Lam Rumoeh.
“Tinggal disamping provinsi tingkat air bersih sulit kita rasakan. Dikhawatirkan orang Aceh Besar akan menjadi seperti orang Betawi di Jakarta.
“Siap-siap tersingkir apabila kita tidak bersatu melakukan perubahan Aceh Besar akan menjadi seperti orang Betawi,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa orang Aceh Besar setiap mengawini anak tetap harus menjual kebun dan sawahnya dulu. Karena tingkat pendapatan ekonomi masyarakat masih sangat lemah. Oleh karenanya hari ini orang Aceh Besar tetap terus terpinggirkan.
Ia juga mengkhawatirkan orang Aceh Besar nantinya akan terus terpinggirkan dan akan tinggal di bawah kaki gunung.
Makanya hari ini kita siap berpikir sehat, dan insya Allah diterima dan dukungan banyak dari berbagai elemen masyarakat di Aceh Besar untuk mendukung bersama- sama dalam melakukan perubahan.
“Mudah mudahan jika dirinya terpilih dan dimudahkan langkah oleh Allah dan didukung oleh rakyat adalah utamanya mengangkat perekonomian rakyat.
Adapun beberapa sektor yang akan diperjuangkan, yakni pertama sektor pertanian, perkebunan , perikanan dan peternakan serta UMKM / home industri atau industri rumahan. (*)






