APJN.NET| BANDA ACEH, Bakal Calon Gubernur Aceh (Bacalon Gub Aceh) H. Muhammad Nazar, menggelar diskusi ringan dengan Pemimpin redaksi (Pemred) dan anggota di Kafee Paopia, Jalan T Iskandar, Pango, Pukul 16.00 WIB di Banda Aceh, Kamis (30/5/2024).
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Hamdan Budiman, selaku master of ceremony (MC) dalam kegiatan tersebut, didampingi Ketua Forum Pemred (FP) di Banda Aceh, Nurdin Syam, dan dihadiri puluhan pemimpin redaksi dan anggota dari sejumlah media di Banda Aceh, baik elektronik, cetak maupun online.
Selanjutnya, Muhammad Nazar, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan yang pertama, kemudian akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Dalam diskusi tersebut, Muhammad Nazar, juga sempat menceritakan pilkada Aceh pertama ketika dirinya berhasil maju sebagai Wakil gubernur (Wagub) bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
Lanjut Tokoh Referendum Aceh, tersebut mengatakan bahwa bicara pilkada Aceh hari ini, dirinya sepakat bahwa pilkada Aceh yang akan datang harus benar- benar menjadikannya sebagai panggung politik yang sehat.
“Pemilih adalah rakyat dan rakyatlah yang memilih. ‘Dan ketika selesai pilkada jangan ada yang sakit hati ketika kalah, harus berjiwa besar,” ucapnya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Aceh hari ini intinya, kata Muhammad Nazar, harus menghasilkan pemimpin yang memanusiakan-manusia.
Lebih lanjutnya, ia juga menyampaikan terkait investasi, di mana secara mayoritas adalah sangat penting untuk memajukan Aceh ke depan lebih baik.
Dia juga menyampaikan, terkait di mana ketika dirinya, menjadi Wagub Aceh 2007-2012 lalu, bahwa persoalan Aceh tidak terkecuali orang-orang yang dianggap berkepentingan untuk masyarakat hari ini adalah seperti ulama dan sebagainya. Dan Aceh saat ini belum keluar dari inklusif, yakni harus melibatkan semua orang dari berbagai kelompok tanpa meninggalkan salah satunya.
Sementara itu, Muhammad Nazar, juga menyampaikan terkait pilkada dan uang. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri sebagai penentu dalam satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam pilkada.
Karena, tentunya tanpa uang kita tidak akan bisa maju ke pilkada. “Dan hal ini bukan hanya di Aceh tapi di Indonesia,” terangnya.
Namun, demikian kita berharap partai politik di Aceh baik partai nasional maupun partai lokal, tidak terlalu pragmatis dalam mengusung calon, tidak terjebak pada mahar dan sejenisnya. “Dan ini menjadi bagian penting yang harus kita kawal,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Pemred di Banda Aceh, Nurdin Syam, mengucapkan salut kepada Muhammad Nazar, dengan konstelasi politik saat ini nyata-nyata ada upaya pembodohan politik, namun berani muncul.
“Kita salut dan apresiasi kepada pak Muhammad Nazar yang hari ini berani muncul dalam hiruk- pikuk yang stagnan dengan calon kepemimpinan, namun masuk dalam pentas kontelasi politik sebagai Bacalon Gub Aceh.
“Ini patut kita acungkan jempol karena ini merupakan cita cita,” kata Nurdin Syam.
Namun, demikian Nurdin Syam berharap dalam pertemuan selanjutnya dapat menjelaskan dalam kondisi yang sekarang ini, offsider dalam partai.
“Sementara pemilik partainya saja offsider dari partai. Sekarang pemiliknya saja pergi, namun kita masuk dalam konstelasi politik,” kata Nurdin Syam.
Terakhir, atas nama forum Pemred, dan rekan-rekan media, Nurdin Syam mengucapkan terimakasih atas atensinya mengundang rekan rekan wartawan terkait pandangan tentang bagaimana pilkada ke depan dan maju sebagai Bacalon Gubernur Aceh. (*)






