Amal Hasan Daftar Balon Bupati Aceh Jaya ke DPD Partai Demokrat Aceh, Diantar Belasan Pemuda dan Tokoh Aceh Jaya
APJN.NET| BANDA ACEH, Deklarator Aceh Jaya, Adnan NS mengatakan Aceh jaya sampai dengan hari ini usianya sudah 22 tahun. Sehingga kalau dilihat dari usia sudah menjadi pemuda bukan lagi remaja.
Demikian disampaikan Adnan NS, disela-sela kegiatan pendaftaran bacalon Bupati Aceh Jaya, Amal Hasan, di kantor sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh, didampingi tokoh masyarakat sekaligus Deklarator Aceh Jaya, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aceh, dan juga jurnalis senior Aceh, Adnan NS, serta beberapa tokoh Aceh Jaya, lainnya yakni Ir Teuku Mufizar, Hermanto SE, MM, Ir Mawardi Ismail dan puluhan kelompok relawan muda Aceh Jaya dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan paguyuban yang tergabung dalam tim relawan Sahabat Amal Hasan (SAH) Muda, Senin (21/5/2024) sore.
Kehadiran, Amal Hasan, diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, yang secara kebetulan berada di Aceh,” kata Ketua Tim Penjaringan Kepala Daerah Partai Demokrat Arif Fadillah dan anggota tim HT Ibrahim, M Yunus Ilyas, Muhammad Saleh, serta Wakil Ketua DPRK Banda Aceh yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Banda Aceh Isnaini Husda bersama sejumlah pengurus DPD Demokrat Aceh lainnya.
Sementara, dalam kesempatan itu Adnan NS, menjelaskan bahwa ketika Aceh Jaya masih berumur 2 tahun merangkak, lalu diterpa tsunami. “Jadi titik nol Aceh jaya sesungguhnya bukan 2002 tapi 2005 keatas setelah tsunami.
Tapi sayangnya, saya melihat Aceh Jaya, walaupun dekat dengan kabupaten Aceh Barat bahkan dekat dengan ibu kota provinsi, perkembangan kemajuannya dari segala sektor terutama dari segi kekhususan dan sektor pertumbuhan ekonomi masih sangat memprihatinkan.
“Mungkin kalau dari segi infrastruktur sudah mulai lumayan tetapi tidak hanya di situ saja. Karena gambaran kemajuan tidak hanya dilihat dari gedung yang mewah serta infrastruktur tetapi bagaimana menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Apalagi berkaitan dengan hinterland,” kata Adnan.
Jika tidak, lanjutnya Aceh jaya berdiri tapi rakyatnya belum mandiri dari segi ekonomi. Karena itu kedepan perlu tokoh yang handal, yakni kepemimpinan yang memiliki visioner bukan kepemimpinan yang pandai mengutak-atik APBK.
“Akhir tahun beberapa persen untuk saya. Jangan hanya sebatas itu jadi bupati, kepala daerah dan pimpinan. Tetapi, jadilah pemimpin visioner yang memiliki visi-misi ke depan itu bisa membangun urat nadi ekonomi termasuk urat nadi rakyatnya yang secara otomatis bisa membangun prekonomian masyarakatnya.
“Saya melihat hal ini yang tidak ada dari pemimpin kita sekarang ini,” terang Adnan.
Kemudian, tambah Adnan berharap pemimpin di Aceh Jaya, jangan ada lagi berpikir lokalistis hanya dari Geurute sampai Suwak Ule. Tapi harus berpikir Aceh Jaya bisa jaya sebagaimana harapan masyarakat.
“Aceh Jaya saya pikir namanya saja Aceh jaya, tetapi kabupatennya belum jaya. Masih lebih jaya kabupaten lain,” ungkapnya.
Lanjut Adnan NS, ketika infrastruktur fisiknya sudah ada yang dibutuhkan seorang ekonom untuk menata wilayah itu agar betul-betul berkembang.
Nonsen, sambung Adnan, rakyat bisa sejahtera, jika pendapatan dan perkembangan ekonominya masih begitu-begitu saja, diyakini rakyat tidak akan sejahtera. “Yang sejahtera hanya bupatinya nanti, rakyat tidak pernah sejahtera,” paparnya.
“Yang kita ingin seorang ekonom itu harus berpikir dari segi sisi pandang ekonominya dan juga yang punya link ke atas, baik ditingkat propinsi maupun pusat. Jangan lagi hanya sebatas lokalistis saja.
Dikatakan Adnan, dari pandangannya melihat masyarakat Aceh Jaya sangat mengharapkan seorang sosok pemimpin yang bisa memikirkan Aceh Jaya ke depannya berkembang dan maju.
Lanjut Adnan, bupati jangan hanya sekedar mencari kekayaan di Aceh Jaya, tetapi diharapkan mampu menghidupkan kabupaten Aceh jaya. “Jangan hanya mencari hidup di Aceh Jaya, tetapi tidak mampu menghidupkan Aceh jaya,” terangnya.
Jadi, ia menekankan rakyat jangan salah pilih, lihatlah yang ada nuansa-nuansa pemikiran yang bisa maju.
Adnan, menyebut sekarang ini sosok pemimpin Aceh Jaya ke depan yang diperbincangkan selama ini belum ada dua, just only one (hanya satu saja). Karena ini sebagaimana yang saya katakan tadi, ujarnya bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan bangun sektor-sektor ekonomi. Bangkitkan gelora-gelora ekonomi, karena banyak potensi di Aceh Jaya. “Ibarat membangkit batang terendam,” paparnya.
Terakhir, ketika ditanya terkait Amal Hasan yang akan maju sebagai balon Bupati Aceh Jaya, Adnan mengatakan Amal Hasan tengah melakukan pendekatan-pendekatan dan sosialisasi-sosialisasi, dan menyatakan siap beramal di Aceh Jaya.
“Si Amal siap beramal di Aceh Jaya”, pungkas Adnan NS, tokoh pers Aceh dan mantan anggota DPD perwakilan Aceh itu. (*)






