APJN.NET|SABANG
Di Kota Sabang pada tahun 1944 terjadi hukuman pancung bagi para tentara sekutu.
Kampung Batee shok, pihak jepang tidak kenal kata ampun bagi sekutu untuk memberi hukuman yang sangat mengenaskan, terdapat 5 lubang, dan pada lubang itu masing-masing 5 orang, dan 1 lubang lagi 1 orang, yaitu seorang wanita yang terkena hukuman pancung bernama Bariah.
Disini terdapat 21 orang yang terkena hukuman tersebut. nama-nama tersebut yaitu:
1. J. Parcila
2. SI Moel
3. Gli Poet
4. Pian Marcus
5. Hausissa
6. Radja Mioeh
7. Bariah
8. Ule Kele
9. Ngawidin
10. Hoekeboer
11. Tanalepy
12. Soekoer
13. Taco
14. Morong
15. Basjah
16. Burgers
17. Dr. I Colon
18. Djoyo Dekromo
19. Moehamah
20. Soewandi
21. S. Pohan
Tugu ini posisinya di suatu kebun masyarakat. Tugu ini pun berukuran :
– Lantai 6,20 x 5,40 M– Pondasi Tugu 150 x 150 Cm– Tiang Tugu 100×100 Cm
Tiang ini berbentuk segi empat, dengan sekelilingi batu kecil, Dinding Hitam, dan setiap batu ditutupi dengan spasi.
Tugu ini sebenarnya dibuat untuk memperingati sebuah kisah kekejaman yang dilakukan oleh pihak Jepang atas pembunuhan kepada sekutu yang dianggap dulunya sebagai sekutu.
Paling disayangkan lagi saat ini, tugu ini kondisinya sudah kurang membaik, yang mana lantainya yang sudah rusak, dan dilokasi tugu pun tidak ada penanda sedikitpun untuk seseorang yang ingin tahu.
Makanya sedikit sekali warga sabang yang mengetahui kisah tersebut.
Semoga saja ada perbaikan dari pihak manapun yang mau memberikan sumbangan untuk perbaikan tugu ini. Di tempat ini konon menurut cerita sudah ada 70 orang dipancung pada saat penjajahan Jepang. (*)
Sumber:Sabangheritagecommunity






