Refly Harun Sebut Surya Paloh Tidak Ada Upaya Mendukung Anies Baswedan: Saya Kasihan 

Screenshot

APJN.NET| Refly Harun yang merupakan pengacara 01 saat sengketa Pilres 2024 di MK. Dia membela Anies-Muhaimin, dan sekarang merasa kasihan dengan situasi Anies Baswedan.

Anies Baswedan yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai calon presiden dengan visi perubahan, namun harus menanggung kekalahan seorang diri.

Karena partai-partai koalisi perubahan yang sebelumnya mendukung Anies-Muhaimin kini berbondong-bondong gabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran dan salah satunya Nasdem yang diketuai Surya Paloh.

Lebih terpukulnya lagi, pasangannya sendiri di Pilres, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang juga ketua umum partai PKB memilih untuk berkoalisi dengan kubu lawan.

“Jadi platform perubahan ya pribadi Anies Baswedan saja, dia tidak diinternalisasi Nasdem, tidak juga oleh Cak Imin,” ungkap Rafly Harun di Chanel YouTube pribadinya.

Rafly Harun, menunjukkan rasa empatinya, ia mengatakan, “Saya kasihan dengan Anies Baswedan, kelihatannya dia ditinggalkan oleh semua partai pendukungnya.”

Refly Harun juga mengamati sikap Surya Paloh yang saat ini berbalik arah memilih mendukung Prabowo-Gibran menandakan bahwa Nasdem tidak mendukung gugatan Anies-Muhaimin di Mahkamah Konstitusi.

“Kemudian Surya Paloh mengaku merenung lama sebelum putuskan dukung Prabowo-Gibran, ini bikin saya ngakak pernyataan seperti ini,” jelasnya.

Refly Harun menduga dari awal Nasdem memang tidak ada upaya mendukung Anies-Muhaimin, salah satunya terhadap permohonan kubu 01 di MK yang menuntut diadakannya pemilu ulang.

“Karena putusan MK baru dibacakan 22 April. Jadi kalau dia mengatakan sudah lama merenung berarti dia sama sekali tidak mendukung permohonan tersebut, lama itu tidak mungkin hanya hitungan hari dan terlihat memang tidak ada upaya untuk mendukung itu,” papar Refly Harun.
Menurut Refly Harun statemant tersebut dapat diperkuat dengan sikap Nasdem yang langsung mengakui kemenangan Prabowo-Gibran begitu diumumkan.

Refly Harun turut mengomentari mental para politisi bahwa mereka bersikap seperti tidak memiliki keberanian untuk beroposisi.

“Ya inilah kalau saya katakan mentality politisi kita, apalagi P2 Politisi yang juga pengusaha,” sindir Refly Harun.

Pos terkait