Khutbah Jumat – Ramadhan Belum Lama Berlalu, Berusahalah Istiqamah dalam Ketaatan

Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh, Ustaz H Mubashshirullah, Lc, M.Ag (foto Ist)

Yang lainnya menyebutkan, “Barangsiapa yang menyembah Allah hanya pada bulan Ramadhan, maka sungguh Ramadhan telah pergi dan berlalu. Barangsiapa yang menyembah Allah, maka sungguh Allah adalah dzat yang hidup dan akan terus ada.”

Seorang sahabat datang menjumpai Nabi saw dan bertanya kepada beliau, “Dari Abu ‘Amr, ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah : aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.”
(HR. Muslim)

“Istiqamah adalah obat agar kita terus bisa konsisten dalam ketaatan. Istiqamah berasal dari kata istiqaama-yastaqiimu, yang berarti tegak lurus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen,” ungkapnya.

Ustaz Mubashshirullah menjelaskan, dalam terminologi akhlak, istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman, sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan. Seseorang yang istiqamah laksana batu karang di tengah-tengah lautan yang tidak bergeser sedikit pun walau dipukul oleh gelombang yang bergulung-gulung.

Para sahabat Rasulullah saw juga sering menyebutkan makna dan pengertian istiqamah. Ali bin Abi Thalib mengartikan istiqamah dengan melaksanakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah.

Sedangkan Umar bin Khattab mendefinisikannya sebagai suatu hal yang bertahan pada satu perintah dan tidak melakukan suatu apapun yang dilarang.

Pos terkait