APJN.NET| Benarkah Anies Baswedan itu Pembohong? Dikutip dari halaman tiktok video Ridwan Sank, menjelaskan sisi dalam dari diri seorang Anies Baswedan, berdasarkan tandatangannya.
Ini adalah berdasarkan hasil analisa menggunakan “Teknik Niteni” atau Serat Diri” menggabungkan analisa tandatangan dan aura.
Pertama dari tandatangan Anies Baswedan, banyak hal yang menarik. Tandatangannya berbentuk nama lengkap. Di mana menandakan dirinya orientasi ke masa kini.
Jadi dia berpikir itu dengan logika dan orientasinya itu kekinian, bukan masa lalu, mengungkit-ngungkit masa lalu.
Dan yang kedua adalah Anies Baswedan ini tipe orang family man, yakni tipe orang yang sangat mencintai keluarga.
Ini terlihat dari kapital di suku kata, yang kedua pada tandatangannya, di mana di sini menandakan bahwa Anies Baswedan sangat dekat dengan keluarganya, yakni memiliki emosional bonding ,(Ikatan emosional) yang kuat.
Selanjutnya, disebutkan Ridwan Sank, ada hook (kait) ditandatangannya, menandakan di sini bahwa dia memang sangat posesif terhadap keluarganya, khususnya ibunya yang sangat berperan terhadap kehidupannya, dan juga prinsip keluarga dipegang erat, itu terlihat garis tegak lurus pada tandatangannya.
Ini menandakan bahwa ajaran dari keluarganya dia pegang penuh dan dia implementasikan dalam keseharian, maupun dalam kepemimpinan.
Jika dilihat dari tandatangannya keseluruhan, Anies Baswedan tipe orang yang sangat cerdas, sistematis dan logis. Tapi walau bagaimanapun karena dia politikus, terlihat dari tandatangannya dia tipe orang pinter untuk berdiplomasi. Ya, dia pinter berkamuflase dengan dirinya.
Dia sengaja tidak terlalu percaya kepada orang lain yang tujuannya untuk menyelamatkan dirinya, agar dia itu tidak tersakiti, makanya dia butuh second opinion dan dia butuh penguatan dari orang yang dipercaya.
Nah, yang dia percaya adalah isterinya. Makanya kalau diluar di publik mungkin kelihatan dia tegar dan mandiri. Tapi dibalik layar Anies Baswedan tipe orang yang manja dengan isterinya.
Dan dia butuh second opinion dari isterinya. Bukan hanya tentang teknik berpidato atau bagaimana kepemimpinan, namun sampai dengan pakaiannya pun itu diminta pendapat dari isterinya.
“Dan ini bagus karena ada keseimbangan antara self esteem dengan family. Ini juga bisa membantu untuk menetralisir emosi negatif yang ditimbulkan oleh orang sekelilingnya karena tidak tertutup kemungkinan, ya orang-orang sekelilingnya itu banyak yang bermuka 5, bukan hanya bermuka dua, tapi bermuka 5.
Oleh karena itu, Anies Baswedan itu mencoba untuk berkamuflase dan memproteksi diri. Bisa kita lihat dari kapital di awal suku katanya (tandatangan). Jadi, ini secara utuh lebih besar.
Nah, menandakan bahwa dia lebih memproteksi dirinya sendiri terus memiliki self esteem yang tinggi. Maka tak heran dia itu sangat confident pada saat melakukan publik speaking dan pada saat dia bertemu dengan banyak orang bahkan personal.
Anies Baswedan memiliki emosi yang lumayan tinggi. Nah, karena empati dalam merasakan apa yang orang lain rasakan. Nah, kadang hal ini banyak dimanfaatkan oleh orang lain. Sehingga si orang itu bisa membujuk Anies Baswedan untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Dalam politik tidak ada kawan yang abadi tapi yang ada adalah kepentingan yang abadi dan ujung ujungnya adalah kekuasaan.
Memang Anies Baswedan, dia juga orientasi kepada kekuasaan tapi dari tandatangannya dia sebenarnya sudah selesai dengan hidupnya. Artinya, orientasinya bukan hanya kepada dirinya sendiri tapi lebih bermanfaat dengan orang lain.
Ini terlihat dari tandatangannya banyak loop (lingkaran). Bahwa dia orangnya supel (luwes), dan orangnya easy going (mudah bergaul) dan komunikatif. Dan yang terpenting juga dari diri spritualnya, dia lumayan tinggi dan itu dari hasil didikan pondasi orang tua.
Analisa yang kedua, dari auranya ini yang dominan warna putih diluar, ya terutama diarea Mandala Hyang, yang menandakan bahwa dia memiliki wibawa yang luar biasa, dia memiliki pengaruh dan dia bisa mempengaruhi orang lain. Bukan hanya berdasarkan kata-kata. Jadi ketika melihat langsung saja orang sudah terpengaruh dan ada aura wibawanya ada yang lumayan kuat.
Kemudian ada aura emas, kemungkinan besar ini dari leluhurnya dan turunan bisa ayahnya, atau kakeknya. Jadi memiliki aura leadership dan juga aura sesuatu yang berbau spritual.
Jadi leluhurnya juga ini sangat kuat ya, dan dia suka dengan hal yang berbau spritual walaupun logis, tapi kalau itu spritual yang masuk diakal, dia akan meyakini, khususnya yang bekaitan dengan keluarga. Terus ada aura orange, menandakan bahwa dia punya kompetensi untuk memimpin karena orangnya kreatif.
Kompetensi itu, terdiri dari tiga faktor, pertama dari knowledge (pengetahuan), skill (kemampuan) dan behaviour (prilaku) dan itu sangat penting bagi seorang leader (pemimpin).
Dan Anies Baswedan ini, memiliki semuanya. Oleh karena itu, ini banyak diharapkan oleh banyak orang, ya tapi tidak sedikit juga yang mencoba untuk menjegal-nya.
Karena kalau dilihat dari tandatangannya cukup sempurna, ya walaupun pasti ada plus minusnya. Nah, jadi kalau dari aura orange, kemudian ada putih, ada emas ini, juga ini ada aura abu-abu, di daerah perut, kemungkinan ada keluhan di area perut, dan kalau dibiarkan ini, bisa mengalami dispepsia fungsional, oleh karena itu dia butuh orang yang bisa dipercaya menjadi second opinion, menjadi teman ngobrol, untuk bikin dia nyaman, karena Anies Baswedan ini tidak bisa sendirian, tidak bisa mandiri jadi harus ada yang nemani, jadi bisa isterinya, bisa anaknya.
Kembali kepertanyaan awal, apakah Anies Baswedan, itu Pembohong ? Jawabannya, Tidak.
Dia hanya berdiplomasi, dan dia pinter memang untuk merangkai kata-kata dan seolah menjadi kamuflase.
Ini terlihat dari huruf kapital di awal tandatangannya, Kalau dilihat auranya juga ini ada aura emasnya, kemungkinan besar dia akan menjadi pemimpin Indonesia. Walaupun banyak polimik, walaupun banyak intrik, tapi nanti ujung ujungnya dia akan menjadi pemimpin di Indonesia. Semoga…






