Lanjutnya, kerja sama untuk layanan keuangan dan digitalisasi masjid tersebut, salah satunya adalah pemanfaatan BSI Mobile dan QRIS yang dapat memudahkan masjid dalam mengelola transaksi seperti melakukan pembayaran Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf secara non tunai.
Hal Ini tentunya, kata Wisnu menunjang kemajuan masjid, baik dari segi banyaknya donatur, maupun kemudahan takmir untuk mengelola dana dari jemaah yang masuk via aplikasi. Sementara dari sisi jemaah, mereka dapat memberikan zakat, infaq, dan sedekah secara lebih mudah melalui QRIS di BSI Mobile, maupun melalui fitur-fitur yang ada di BSI Mobile.
“Dengan hadirnya digitalisasi, BSI Regional Aceh bertujuan untuk membuka jalan bagi sistem pengelolaan keuangan masjid yang lebih efisien dan transparan. Dengan diperkenalkannya transaksi digital, masjid dapat menikmati manfaat dan kemudahan dalam bertransaksi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wisnu mengatakan BSI Regional Aceh percaya bahwa inisiatif ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi masjid tetapi juga akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan perekonomian lokal secara keseluruhan. Dengan mengedepankan transaksi digital, BSI Regional Aceh mendorong tumbuhnya masyarakat non-tunai (cashless society), menumbuhkan ketahanan perekonomian dan inklusivitas keuangan masyarakat.
Sambungnya, BSI Regional Aceh berkomitmen untuk menyediakan solusi keuangan terbaik bagi seluruh masyarakat khususnya seluruh masjid yang berada di Aceh. Melalui “Gema Ramadhan BSI 1445 H”, BSI hadir dalam memberdayakan masjid dengan peralatan dan pengetahuan yang diperlukan untuk merangkul transaksi digital, yang pada akhirnya memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan masyarakat dan pemberdayaan umat beragama.






