Sebelum menjadi ketua PWI Aceh dan Pengurus PWI Pusat, Adnan NS sempat diberi mandat untuk membentuk wadah IPKB Aceh. Mandat itu diperoleh November 1985 pada Rakernas di ever green, Puncak Bogor 1986, wadah ini resmi terbentuk, Adnan sempat dua periode menduduki jabatan Ketua IPKB Aceh(1986- 1996). Masa rezim Presiden Soeharto itu Indonesia masih 27 wilayah provinsi.
Pria yang memiliki hobby travelling back packer ini, hampir semua ibukota provinsi di Indonesia sudah ditapaki.Termasuk Dili, Timor Timur (Timor Leste).Untuk mengenal wilayah Nusantara, dari Dili sengaja menempuh jalan darat via Motaain, Kabupaten Belu.
Untuk sampai di Kupang, NTT sebelum terbang via Bandara Eltari, harus melintas Kabupaten TTS (Timor Timur Selatan) serta TTU (Timor Timur Utara). Dalam perjalanan ini, singgah sejenak di restoran “Kolam Susu”. Kami di sana tidak minum susu, justeru meneguk minuman kaleng, khas Indonesia Wilayah Timur.
Kebanyakan pengurus Ikatan Penulis KB (IPKB)1980-1990an itu pasca bergulirnya puncak reformasi rata-rata sudah masuk dalam kepengurusan PWI daerah masing-masing. Jadi sosok wartawan brewokan ini langsung larut dengan aneka nostalgia yang melatarinya.
Aceh pada masa konflik situasinya sedang berada dalam kondisi di “persimpangan jalan “Referendum atau merdeka?Akan halnya beberapa daerah lainnya di Indonesia posisinya dalam kondisi kurang kondusif. Sementara para tokoh bangsa sedang larut dalam gontok- gontokan. Satu sama lain saling ngotot dan lebih mementingkan kelompok daripada membicarakan kesatuan dan persatuan bangsa.Suasana kerenggangan nasionalis begitu mendalam lagi tatkala Departemen Penerangan dileburkan Presiden Gusdur.






