ERA DIGITALISASI
Tugas para jurnalis era digitalisasi kekinian jauh lebih mudah. Seorang wartawan dalam melakukan aktifitas, mencari, memperoleh, mengolah, memiliki dan menyimpan serta menyiarkan suatu berita dibandingkan era terdahulu. Era sekarang semua serba kilat, mudah, mulus serta transparansi. Era kini tugasnya tidak ada lagi terbentur dengan batas geografi, transportasi, waktu dan tanpa melalui proses percetakan, mesin hand press maupun off set serta teleks. Tanpa harus beranjak dari lokasi semua wartawan bisa langsung menyiarkan berita via media online.
Adnan alias Denan panggilan akrabnya, selain wartawan, dia juga berjasa sebagai Declarator Kabupaten Aceh Jaya merangkap Ketua Pemekaran eks Wilayah Kewedanaan Calang 15 September 1999. Di tangannya Aceh Jaya bisa “ditetas” dari kejauhan, Banda Aceh jaraknya 147.000 meter di Ibukota Provinsi Aceh. Dananya ketika itu sangat minim dan tidak ada satu pun personal pada lintasan perjuangan pemekaran yang dinakhodai berani meminta”uang pelicin”. Mungkin keengganan para pihak karena pada dirinya melekat atribut kewartawanannya? Boleh jadi juga karena dia ini sosok yang dikenal luas?
Awal 2012 T Cut Agam Teuku Sukandi dan Adnan NS yang masuk dalam unsur KP3A (Komite Persiapan Pemekaran Provinsi ABAS). Di hotel Meuligoe, Meulaboh, Aceh Barat, disaksikan ratusan unsur KP3A se MARSELA, mereka mendeklarasikan terbentuknya Provinsi ABAS.
Adnan NS, juga dosen tetap pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisipol Universitas Iskandar Muda Aceh ini. Dia mengaku tegar dan sukses dalam menjalankan tugas jurnalistiknya berkat gemblengan kedisiplinan dan mental serta didikan keras Harian Waspada tertua di Sumatera ini.






